BerandaMataramHIPMI NTB Sebut Efisiensi Anggaran Tidak Berdampak Signifikan ke Sektor Riil

HIPMI NTB Sebut Efisiensi Anggaran Tidak Berdampak Signifikan ke Sektor Riil

Mataram (Inside Lombok) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB menilai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat tidak memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap pelaku usaha di daerah. Kebijakan tersebut dinilai tetap menjaga perputaran ekonomi karena diarahkan pada program-program yang menyentuh sektor riil dan masyarakat bawah.

Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Fathurrahman Maulana, mengatakan pihaknya sebagai pelaku usaha belum merasakan tekanan langsung akibat efisiensi anggaran tersebut. Menurutnya, sejumlah program pemerintah justru dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“Efisiensi kami rasa, untuk kami secara pengusaha murni sebenarnya tidak terlalu terasa. Karena banyak juga program dari pemerintah ini yang memang langsung ke sektor riil,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Ismed mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan yang dinilai langsung menyasar sektor riil. Ia menyebut program tersebut mulai memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal dan UMKM dalam rantai pasok kebutuhan pangan.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah mendorong perubahan kebijakan dengan mewajibkan keterlibatan UMKM dalam setiap unit penyediaan pangan. “Sekarang satu dapur kebijakan harus melibatkan 15 UMKM. Jadi, mereka yang punya kandang kecil pun produknya harus terserap. Ini adalah perubahan yang sangat luar biasa yang diambil oleh BGN,” ungkapnya.

HIPMI NTB berharap keterlibatan UMKM dalam program pemerintah dapat memperkuat rantai pasok lokal, termasuk produk peternakan dan pertanian masyarakat. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga perputaran uang di daerah di tengah kebijakan penyesuaian fiskal nasional.

Ismed menegaskan HIPMI NTB akan terus mengawal dan mendukung implementasi kebijakan tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku usaha lokal. “Kita coba untuk kawal, pantau, dan support perubahan-perubahan tadi. Efisiensi ini efeknya kan juga ada program-program yang langsung ke sektor riil. Jadi, perputaran uang tetap terjaga di masyarakat,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer