BerandaDaerahNTBSulap Limbah Jadi Pundi-Pundi di Pesisir Mataram, PLN EPI Latih Puluhan UMKM

Sulap Limbah Jadi Pundi-Pundi di Pesisir Mataram, PLN EPI Latih Puluhan UMKM

Mataram (Inside Lombok)- Kawasan wisata Pantai Bagik Kembar, Sekarbela, kini tengah bersolek. Bukan sekadar mempercantik lanskap, masyarakat pesisir di sana mulai mengubah pola pikir terhadap limbah. Lewat inisiatif ekonomi sirkular, tumpukan sampah yang dulunya dianggap beban, kini bertransformasi menjadi pundi-pundi rupiah bagi warga dan pelaku UMKM.

Langkah inovatif ini dimotori oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adiguna. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), mereka menggandeng 45 pelaku UMKM untuk beralih peran dari sekadar pembuang sampah, menjadi pengelola aset bernilai ekonomi.

Berlokasi di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker, program ini mengusung misi besar yakni menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.

​”Kami ingin menghadirkan dampak nyata. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang bisa diolah menjadi produk bernilai seperti pupuk organik dan media budidaya maggot,” ujar, Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, Selasa (12/5).

Menurutnya, peningkatan aktivitas wisata di kawasan pesisir turut memicu kenaikan volume sampah sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Karena itu, PLN EPI bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah.

“Mulai dari pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan kelembagaan Pokdarwis, pengembangan budidaya maggot, serta penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Manajer PLN UP3 Mataram, Hengky Purbo Lesmono, menekankan bahwa kehadiran PLN harus menjadi bagian dari solusi sosial. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur energi, tapi dari dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Dikatakan untuk targetnya kedepan, Pantai Bagik Kembar tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai model destinasi wisata hijau yang mampu menghidupi masyarakatnya melalui kemandirian ekosistem. ​

“Dengan pengelolaan yang tepat, hal ini membuktikan bahwa sampah bukan lagi akhir dari sebuah konsumsi, melainkan awal dari siklus ekonomi baru di pesisir Mataram,” imbuhnya.

Ditambahkan Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, I Made Wibisana Gunaksa mengatakan Kota Mataram pada 2025 menghasilkan sekitar 311 ton sampah per hari dan sebagian besar masih bergantung pada TPA.

“Dari 311 ton itu, lebih dari 70 persen masih mengandalkan TPA. Hanya sekitar 28 persen yang bisa dikelola oleh masyarakat dan pemerintah kota. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari hulu menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menekan emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana dari timbunan sampah.

“Kegiatan ini sangat mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan gas metana dari sampah yang menumpuk di TPA. Pengolahan sampah menjadi salah satu langkah nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim,” katanya.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Bagek Kembar H. Sukendi mengapresiasi dukungan PLN EPI dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna dalam membantu penguatan pengelolaan sampah di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar.

“Program ini sangat membantu masyarakat dan pelaku wisata di kawasan pesisir. Kami berharap edukasi dan pendampingan seperti ini terus berlanjut agar masyarakat semakin sadar bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat menjaga lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer