Mataram (Inside Lombok) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Dinda menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai kekuatan strategis nasional untuk menopang ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan transisi energi berkelanjutan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Semarang, (12/5). Dalam forum tersebut, Dinda menekankan NTB memiliki posisi penting sebagai daerah penyangga pangan nasional, terutama di sektor peternakan dan perikanan.
“Beberapa komoditas kami seperti perikanan sekarang sudah bisa diekspor langsung dari NTB. Begitu juga sapi, karena sebagian kebutuhan Jabodetabek dipenuhi dari wilayah kami,” ujarnya.
Selain sektor pangan, NTB juga terus memperkuat pengembangan energi terbarukan dan investasi strategis, termasuk melalui potensi pertambangan serta fasilitas smelter milik Amman Mineral.
Menurutnya, kerja sama antardaerah harus melampaui sekadar penandatanganan nota kesepahaman dan diwujudkan dalam langkah konkret berbasis riset. “Kami ingin kerja sama ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata, berbasis riset, dan memiliki dampak langsung bagi pembangunan kawasan,” tegasnya. (gil)

