Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menekan angka stunting. Program tersebut menyasar kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah di wilayah Lombok Barat.
Ketua Satgas Koordinator MBG Lombok Barat, Saeful Akhkam, mengatakan saat ini sebanyak 53.489 ibu dan balita telah menerima manfaat program MBG yang dikelola oleh 114 SPPG di Lombok Barat.
“Kami ingin memastikan, bahwa kelompok 3B (Bumil, Busui, Balita) ini mendapatkan intervensi langsung dari MBG. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan intervensi gizi tepat sasaran, khususnya untuk kelompok ibu hamil dan balita yang masuk dalam data stunting,” terang Akhkam belum lama ini.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan jangkauan layanan MBG melalui 114 SPPG tersebut telah mencapai sekitar 255.271 jiwa. Selain kelompok 3B, program ini juga melayani 201.782 penerima manfaat dari kalangan anak sekolah.
Dalam pelaksanaannya, Satgas MBG juga menekankan pentingnya penyesuaian menu makanan sesuai kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia. Menurut Akhkam, menu yang diberikan kepada balita, ibu hamil, maupun anak sekolah tidak dapat disamaratakan.
“Kami mengimbau agar ahli gizi dan relawan, terutama untuk ibu hamil dan balita, harus menyesuaikan jenis makanannya. Jangan sampai menu untuk anak kelas 3 atau 4 SD diberikan kepada balita, itu tidak cocok. Harus konsisten disesuaikan dengan kebutuhan gizi spesifik mereka,” tegasnya.
Meski program MBG dinilai menunjukkan perkembangan positif, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat masih menghadapi kendala geografis, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Akhkam menyebut kondisi akses yang sulit dijangkau menjadi penyebab masih adanya anggapan sebagian kelompok masyarakat belum terlayani secara maksimal.
“Jika hari ini masih ada asumsi bahwa ada kelompok 3B yang belum terlayani, itu murni karena kendala akses di wilayah 3T yang memang berat untuk dijangkau oleh SPPG,” pungkasnya.
Pihaknya optimistis, seiring bertambahnya jumlah SPPG di Lombok Barat, kendala akses geografis tersebut dapat diatasi sehingga distribusi penerima manfaat program MBG menjadi lebih merata.

