Mataram (Inside Lombok) – Polresta Mataram di bawah pimpinan Kapolresta Mataram, Kombes Pol Ariefaldi Warganegara berkomitmen memberantas preman berkedok organisasi masyarakat (ormas) yang dinilai meresahkan dan menghambat pembangunan di daerah. Komitmen ini disampaikan usai mengikuti arahan Kaposko Presisi Polri melalui zoom meeting yang digelar di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram, Jumat (14/03/2025).
Menurut Ariefaldi, pemberantasan preman berkedok ormas menjadi prioritas karena banyaknya laporan mengenai tindakan pemerasan terhadap investor dengan menggunakan nama organisasi tertentu. Jika tidak ditindak secara tegas, hal ini dapat menghambat laju pembangunan daerah dan menciptakan rasa tidak aman di masyarakat.
“Saat ini banyak terjadi pemerasan terhadap investor yang dilakukan oleh oknum preman mengatasnamakan ormas. Jika dibiarkan, ini akan berdampak buruk pada pembangunan daerah dan menciptakan keresahan di masyarakat,” tegasnya.
Pihak kepolisian disebutnya akan mengambil langkah tegas dan terukur melalui pendekatan preemtif, preventif, hingga represif dalam menangani permasalahan ini. Kerja sama lintas satuan di tubuh Polri akan ditingkatkan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan mendukung iklim investasi yang sehat di Kota Mataram dan sekitarnya.
“Kami akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi antar satuan di kepolisian. Langkah preventif dan penegakan hukum secara tegas akan kami lakukan untuk memastikan keamanan dan mendukung pembangunan daerah berjalan lancar,” imbuhnya.
Ariefaldi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan pihak kepolisian. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau tindak pemerasan yang dilakukan oknum tertentu, masyarakat diimbau segera melapor ke Polresta Mataram agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Dengan langkah tegas ini, Ariefaldi menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat dan investor di wilayah Kota Mataram. (r)

