25.5 C
Mataram
Senin, 2 Februari 2026
BerandaLombok UtaraAda Dukungan Anggaran, Tempat Pengelolaan Sampah 3R di KLU akan Dioptimalkan Kembali

Ada Dukungan Anggaran, Tempat Pengelolaan Sampah 3R di KLU akan Dioptimalkan Kembali

Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bergerak cepat mengatasi permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program 99 hari kerja Bupati – Wakil Bupati KLU yang baru dilantik, salah satu fokusnya adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Salah satu langkah strategis yang diambil DLH adalah mengoptimalkan peran Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersebar di setiap desa. TPS 3R ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah, di mana sampah dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali.

“Dengan adanya anggaran operasional ini, kami sangat yakin TPS 3R akan kembali berfungsi optimal, memilah sampah dengan lebih baik, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujar, Kepala DLH KLU, Rusdianto, Jumat (21/3).

Lebih lanjut, diakui sebelumnya pengelolaan sampah di TPS 3R mengalami kendala akibat keterbatasan anggaran. Kondisi ini menyebabkan proses pemilahan sampah terhambat. Namun, kini, dengan dukungan anggaran yang memadai, DLH optimis TPS 3R akan kembali beroperasi maksimal.

“Pendapatan dari hasil pemilahan sampah sebelumnya tidak mencukupi biaya operasional. Oleh karena itu, tahun ini kami menganggarkan dana agar alat-alat di TPS 3R bisa beroperasi dan tenaga kerja di sana mendapatkan gaji yang layak,” jelasnya.

Selain masalah anggaran, sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan. Terlebih banyak tenaga pengelola TPS 3R yang beralih profesi, mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Untuk mengatasi hal ini, DLH telah berkoordinasi dengan pihak desa untuk menyiapkan tenaga pengelola baru. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa untuk mengganti tenaga kerja yang keluar. Desa yang berwenang menunjuk siapa yang akan bertugas di TPS 3R,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya juga memberikan pendampingan kepada para pengelola TPS 3R dan memberikan stimulan operasional agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih optimal. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan desa diharapjan agar TPS 3R dapat terus berfungsi dengan baik, menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah di Lombok Utara. Tak hanya persoalan sampah di darat saja, begitu juga di tiga Gili juga menjadi perhatian.

Ditambahkan, Kepala UPTD Persampahan, Wiratmo mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyiapkan 24 tenaga kerja untuk mengoperasikan alat di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan. Bahkan saat ini pengelolaan sampah di TPST Gili Trawangan kini sudah berjalan efektif. “Kami juga terus berkolaborasi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan para penggiat lingkungan di tiga Gili untuk mengatasi persoalan sampah,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak menampik bahwa masih banyak kendala dalam mengurai residu sampah yang menumpuk di Gili Trawangan. Oleh karena itu, pihaknya terus memperjuangkan tambahan anggaran untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami sudah menyusun skema agar residu sampah dapat dipilah. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan batako, sementara sampah anorganik akan dikelola lebih lanjut,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer