24.5 C
Mataram
Minggu, 1 Februari 2026
BerandaLombok UtaraPawai Takbiran Siap Ramaikan KLU, 39 Rombongan Ikut Serta

Pawai Takbiran Siap Ramaikan KLU, 39 Rombongan Ikut Serta

Lombok Utara (Inside Lombok) – Setelah dua tahun vakum akibat pandemi dan gempa, pawai takbiran tingkat kabupaten di Lombok Utara akan kembali digelar tahun ini. Acara ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dilaksanakan sejak sebelum Covid-19 dan gempa. Kini penyelenggara berusaha menghidupkan kembali tradisi tersebut dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.

“Pada dasarnya, pawai takbiran ini adalah kegiatan tahunan yang sudah dilaksanakan sebelum pandemi dan gempa. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya, Kita terpaksa menunda. Tahun ini, kami mencoba berkoordinasi dengan teman-teman untuk menghidupkan kembali pawai takbiran tingkat Kabupaten Lombok Utara,” ujar Koordinator Lapangan Pawai Takbiran, Masjudin, Kamis (27/3)

Pelaksanaan pawai takbiran tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pawai kali ini tetap melibatkan perwakilan dari masing-masing kecamatan mengirimkan kafilah untuk berpartisipasi. Sementara itu, untuk masyarakat Tanjung, diberikan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk ikut serta dalam meramaikan pawai takbiran yang akan berlangsung.

“Kawan-kawan dari empat kecamatan selain Tanjung akan mengirimkan perwakilan, sementara masyarakat Tanjung diberikan kesempatan untuk meramaikan acara ini sebanyak-banyaknya,” ucapnya. Dalam dua tahun terakhir, pawai takbiran tingkat kecamatan diikuti oleh sekitar 34 hingga 39 kafilah, dan untuk pawai tingkat kabupaten kali ini, jumlah peserta diperkirakan akan mencapai angka yang sama, yaitu 39 kafilah. “Kami berharap pelaksanaannya lancar dan aman, tanpa ada kendala,” imbuhnya.

Rute pawai takbiran tahun ini dimulai dari Lapangan Tioq Tata Tunaq atau Lapangan Tanjung, kemudian peserta akan melewati jalur dua sebelah barat, menuju ke depan BPD NTB Syariah, berbelok kiri menuju Jalan Karang Lango, dan melanjutkan perjalanan hingga pertigaan Pura Dalam. Kemudian, mereka akan kembali mengikuti jalur dua sampai Pasir Balap, dan kembali ke lapangan untuk menyelesaikan rute.

Meskipun tidak ada pembatasan jumlah peserta dari satu kelompok, peserta dapat mengikuti acara ini sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing kafilah. Di sisi lain, pihaknya juga menekankan pentingnya kelancaran acara agar bisa selesai tepat waktu. Mengingat pada dua tahun sebelumnya, pawai takbiran berlangsung hingga dini hari yakni sampai pukul 03.00 Wita.

Karenanya, tahun ini panitia berharap acara dapat selesai pada jam 2 pagi, dengan meminimalkan beberapa elemen, seperti atraksi dan penataan lampion. “Sesuai kesepakatan, tidak ada pembatasan jumlah peserta. Namun, kami berharap pelaksanaannya bisa lebih efisien dan selesai lebih cepat, sekitar jam 2 pagi,” katanya.

Sementara itu, untuk penilaian para kafilah pawai takbiran yang ikut pada tahun ini akan mencakup tiga komponen utama. Pertama, gema takbir dengan bobot nilai 40 persen, kedua kerapian barisan dan pakaian peserta dengan bobot nilai 35 persen, dan ketiga lampion dengan bobot nilai 25 persen.

“Kami berharap dengan perubahan ini, acara pawai takbiran bisa berjalan lebih lancar dan tetap meriah. Semoga tahun ini bisa lebih baik dan lebih tertata, agar masyarakat Lombok Utara bisa menikmati suasana takbiran,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer