Mataram (Inside Lombok) – Sejumlah kasus pembunuhan di NTB dilakukan secara sadis marak terjadi sepekan terakhir. Dimana, jumlah kasus pembunuhan yang terjadi sebanyak tiga kasus dengan beragam motif.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dengan banyak kasus pembunuhan yang terjadi maka sangat penting kesehatan holistic. Artinya, melakukan pendekatan komprehensif untuk kesejahteraan yang menyelaraskan tubuh, pikiran, emosi, dan lingkungan. Termasuk aspek sosial dan spiritual. “Artinya, tidak hanya yang sifatnya medical tetapi juga kejiwaan,” katanya.
Saat ini yang paling menjadi banyak pembicaraan adalah dugaan kasus pembunuhan dan pengecoran perempuan di Lombok Barat. Selain itu, kasus kematian polisi intel di Sekotong hingga dugaan kasus penganiayaan berujung kematian di Pantai Nipah, Lombok Utara. Selama ini sambung Iqbal, masyarakat lebih banyak fokus pada pengobatan penyakit yang bersifat fisik. Misalnya penyakit-penyakit yang sifatnya menular maupun tidak menular. Akan tetapi menurutnya, kesehatan jiwa atau psikis menjadi hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian. “Tetapi kan kita ada isu kejiwaan juga menjadi penting. Soal kesehatan holistik,” bebernya.
Sementara itu, Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida menilai tindakan ini bisa memunculkan kecenderungan meniru jika tidak segera ditangani dengan tepat. “Hal ini bisa menjadi sebuah metode untuk meniru, ada kekhawatiran seperti itu,” katanya. Tingginya kasus dugaan pembunuhan akhir-akhir ini berkaitan dengan kondisi psikis pelaku dan korban. RSJ akan memperkuat langkah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Hal ini dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Karena itu kami akan segera bergerak, walaupun sebelumnya sudah ada langkah, tapi akan semakin intens mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Edukasi kepada masyarakat ini sambungnya, nantinya akan lebih difokuskan pada aspek pengendalian diri dan soft skill. Dicontohkan seperti cara mengelola emosi, mengatasi kecemasan, hingga mengendalikan amarah dalam kondisi tertekan. Edukasi ini kata dr. Wiwin, sangat penting agar masyarakat lebih siap menghadapi tekanan hidup tanpa berujung pada keputusan ekstrem. “Kesehatan mental itu perlu. Bagaimana mengendalikan emosi, kecemasan, dan kondisi jiwa lainnya, itu yang akan kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya.

