25.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaMataramWaspadai Potensi Banjir, BPBD Mataram Siagakan Posko di Dua Lokasi

Waspadai Potensi Banjir, BPBD Mataram Siagakan Posko di Dua Lokasi

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mulai siaga. Pasalnya, dua lokasi di Kota Mataram rawan gelombang tinggi salah satunya Tanjung Karang.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, mengatakan pihaknya sudah menyiagakan dua posko darurat untuk mengantisipasi potensi banjir pasang atau banjir rob. Potensi bencana ini diperkirakan terjadi hingga 13 September 2025.

Ia menyebutkan, lokasi posko siaga yang dibuat Pemkot Mataram melalui BPBD yaitu di Bintaro dan Mapak Tanjung Karang. Dua lokasi tersebut dipilih karena rawan terdampak gelombang pasang tinggi. “Posko akan standby 24 jam selama seminggu ke depan, sampai 13 September. Pemkot Mataram juga menyiapkan piket bersama OPD terkait,” katanya Muzaki.

Menurutnya, kewaspadaan ini penting mengingat kawasan pesisir Ampenan dan Sekarbela berisiko mengalami banjir rob. Potensi ini merupakan akibat dari fenomena pasang air laut maksimum yang dipengaruhi posisi bulan dan matahari. “Laporan sementara masih landai, tapi kita tetap siaga,” jelasnya. Ia mengatakan, tahun sebelumnya hempasan gelombang di Kampung Melayu mencapai tiga meter dan masuk hingga ke pemukiman warga.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid juga mengeluarkan peringatan dini banjir rob untuk wilayah pesisir Lombok dan Bima yang berlaku sejak 7 hingga 13 September 2025. Tinggi gelombang di perairan Lembar diperkirakan mencapai 4–6 meter dengan pasang maksimum lebih dari 1,8 meter.

BMKG menyebut sejumlah wilayah berpotensi terdampak banjir rob. Di Pulau Lombok, kawasan pesisir yang berisiko meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Di Pulau Sumbawa, potensi terdampak ada di Sumbawa dan Labuhan Badas, sementara di Kabupaten Bima meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

- Advertisement -

Berita Populer