26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurLotim Dipastikan Jadi Pemasok Daging untuk Program MBG di 9 Provinsi

Lotim Dipastikan Jadi Pemasok Daging untuk Program MBG di 9 Provinsi

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) resmi menyatakan kesiapan untuk menjadi salah satu pemasok utama daging sapi dan ayam bagi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerja sama ini dilakukan antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim dengan sembilan provinsi di Indonesia.

Adapun provinsi penerima suplai daging tersebut meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Distribusi daging ini akan digunakan untuk kebutuhan dapur sehat yang mendukung program MBG di masing-masing daerah.

Kepala Disnakeswan Lotim, Masyhur, menegaskan ketersediaan stok daging sapi dan ayam di Lotim sangat mencukupi. Dengan potensi itu, ia juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain agar bisa ikut memanfaatkan peluang kerja sama lintas daerah. “Stok ayam pedaging dan sapi potong kita berlimpah. Jadi kerja sama ini bukan hanya soal daging, tapi juga bisa membuka peluang ekonomi lainnya bagi OPD terkait,” ujar Masyhur.

Untuk memastikan kualitas dan keamanan daging, pihaknya memperketat pengawasan di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun Rumah Potong Unggas (RPU). Semua pemasok wajib memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikat halal, dan Juleha (Juru Sembelih Halal). “Kami dorong semua RPH dan RPU segera mengurus NKV. Ini penting agar daging yang keluar dari Lotim benar-benar higienis, halal, dan aman dikonsumsi,” tegasnya.

Data Disnakeswan mencatat populasi sapi di Lotim saat ini mencapai 140 ribu ekor, dengan 60 persen di antaranya masuk kategori siap potong. Sementara untuk ayam, jumlah populasi mencapai 13 juta ekor per tahun, baik ayam pedaging maupun petelur, meski jumlah peternak yang terdaftar baru 28 orang.

“Jumlah ayam yang kita kirim ke luar daerah, baik ayam beku maupun ayam petelur, sangat besar. Dengan pertumbuhan jumlah peternak, populasi unggas akan terus meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim, Hultatang, memastikan Lotim menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang sudah memenuhi seluruh persyaratan pengiriman daging ke luar daerah. Dukungan fasilitas cold storage sebanyak lima unit juga memastikan daging tetap segar selama proses distribusi.

“Laporan terakhir kami ke provinsi, hanya Lotim yang dinyatakan siap kirim daging keluar daerah,” tegas Hultatang.

- Advertisement -

Berita Populer