26.5 C
Mataram
Minggu, 25 Februari 2024
BerandaAdvetorialDosen Fakultas Teknik Bumigora Ciptakan Inovasi Sistem Cerdas Keselamatan Kebakaran Gedung Berbasis...

Dosen Fakultas Teknik Bumigora Ciptakan Inovasi Sistem Cerdas Keselamatan Kebakaran Gedung Berbasis IoT

Dosen Fakultas Teknik Universitas Bumigora berhasil mengembangkan karya inovasi berupa Sistem Cerdas Keselamatan Kebakaran Gedung Berbasis IoT dengan Algoritma Naïve Bayes pada Platform mobile. Tim Dosen ini terdiri dari Ni Gusti Ayu Dasriani, M.Kom, Sirojul Hadi, M.T, dan Moch Syahrir, M.Kom. Penelitian ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada skema Bantuan Biaya Luaran Prototipe Tahun 2023. Inovasi ini bermula dari sering terjadinya bencana kebakaran di wilayah pemukiman, ditambah dengan kondisi kepadatan penduduk yang terus terjadi. Bencana kebakaran menyebabkan kerugian ekonomi seperti dalam bentuk properti.

Berdasarkan data dari Yun-Cheol Nam and Yunyoung Nam dari Joongbu University, Korea Selatan, kerugian yang di akibatkan oleh kebakaran pada tahun 2007 sampai 2011 berjumlah 1,4 miliar dolar dan meningkat pada tahun 2012 sampai 2016 berjumlah 1,7 miliar. Kerugian materil tersebut dapat disebabkan karena belum berfungsi secara maksismal early warning system khususnya pendeteksi kebakaran, dan faktor lain bisa disebabkan karena kesalahan sistem dalam mendeteksi jenis api yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim dosen universitas bumigora mengembangkan Sistem Cerdas Keselamatan Kebakaran Gedung Berbasis IoT dengan Algoritma Naïve Bayes pada Platform mobile. Alat ini dapat mendeteksi kebakaran dan memonitoring kondisi gedung dan ruangan secara realtime. Pada alat tersebut terdapat lima sensor yaitu sensor suhu ruangan, suhu objek api, sensor asap, dan sensor api dengan masing-masing sensor meberikan informasi yang akan diolah
menggunakan algoritma naïve bayes serta hasil dari naïve bayes ditampilkan dalam bentuk grafik pada aplikasi mobile. Dalam aplikasi mobile ini terdapat fitur-fitur seperti informasi seputar kebakaran, tips pencegahan kebakaran, cara penanganan dan langkah-langkah untuk proses evakuasi dan pemedaman kebakaran. Setelah dilakukan pengujian pada alat sistem cerdas keselamatan kebakaran gedung tersebut maka didapatkan akurasi sistem sebesar 93,33% sehingga dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat melakukan tindakan preventif untuk memadamkan kebakaran.

- Advertisement -

Berita Populer