Armada Lobar Belum Memadai Angkut 212 Ton Sampah Perhari

Kadis LH Lobar, Budi Darmajaya, saat ditemui beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Volume sampah di Lombok Barat perharinya kurang lebih sekitar 212 ton. Namun dengan keterbatasan armada yang ada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lobar, Budi Darmajaya, mengaku pihaknya butuh tambahan armada untuk bisa mengangkut semua sampah tersebut.

“212 ton itu volume perhari yang bisa kita kelola dan kita bawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kebon Kongok” katanya, belum lama ini.

Dengan volume sampah sebesar itu, Lombok Barat hanya memiliki 18 armada pengangkut sampah. Semuanya harus melayani 120 desa dan dua kelurahan yang ada.

“Dengan keterbatasan armada kita kan sebenarnya tidak bisa mengcover seluruh desa” ungkapnya.

“Tapi saya coba ubah polanya, yang dulunya pengangkutan cuma lima hari, sekarang jadi tujuh hari. Teman-teman armada itu tidak ada liburnya” tutur Budi.

Hal itu harus dilakukan karena keterbatasan armada dan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah di tiap-tiap TPS (Tempat Pembuangan Sementara).

“Memang kita maklumi bersama situasi dan kondisi sekarang ini, semua di refocusing. saya ngajuin satu saja itu tidak bisa, apalagi lebih” beber Kadis LH Lobar ini.

Sehingga dirinya tidak lupa berpesan, supaya masyarakat bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air yang ada.

“Di mana-mana sudah kita pasang plang larangan untuk tidak buang sampah sembarangan, kami berharap supaya masyarakat juga berpartisipasi menjaga lingkungan” harapnya.

Namun diakuinya bahwa dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat Lobar terkait masalah sampah sudah mulai terlihat ada peningkatan.

“Kalau LH bergerak sendiri kan ga mungkin, kita harap juga ada kerjasama dari pemerintah desa dan camat untuk sama-sama bergerak” tutupnya.