Bank Dinar Siapkan Program untuk Mempermudah Mendapatkan Porsi Haji

Mataram (Inside Lombok) – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri (Bank Dinar) menyiapkan salah satu program utama mereka pada tahun 2021. Yakni program Pembiayaan, Perencanaan, Perjalanan Ibadah untuk masyarakat NTB, ibadah yang dimaksud terdiri dari Haji Reguler, Haji Khusus/Plus, dan Umrah.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen menyebutkan program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dari seluruh kalangan agar bisa mendapatkan nomor porsi haji terlebih dahulu baru kemudian menabung untuk melunasi pembiayaannya di kemudian hari, bukan menabung dulu baru daftar. Sebab daftar tunggu semakin panjang dan tidak terkejar, saat ini daftar tunggu sudah sampai dengan kurang lebih 35 tahun.

“Syaratnya sangat gampang, (yakni) muslim, ada KTP, memiliki sumber penghasilan untuk membayar kewajiban dan membayar biaya awal hanya Rp.730.000/jamaah” ujar Mustaen, Selasa (23/03/2021).

Selain itu, program ini menyasar seluruh lapisan masyarakat. “(Program) ini tidak hanya berlaku untuk pegawai/karyawan tapi juga untuk masyarakat yang berpenghasilan tidak rutin sepeti petani, pedagang dan sebagainya. Nanti angsurannya disesuaikan dengan pola penghasilan si nasabah” katanya.

Terdapat tiga program yakni program haji reguler, haji khusus, dan umrah. Program haji reguler memiliki jangka waktu hingga 20 tahun, jangka waktu yang lumayan panjang ini menjadi keuntungan bagi keluarga yang ingin mendaftar bersama anggota keluarganya. Program ini terbuka untuk anak mulai dari usia 12 tahun.

“haji reguler ini cocok untuk orang tua yang akan mendaftarkan anaknya sejak dini,” ucap Mustaen.

Sedangkan haji khusus diperuntukkan bagi seseorang yang berpenghasilan menengah ke atas yang ingin berangkat lebih cepat. Disarankan bagi seseorang yang berusia di atas 45 tahun. Sebab, haji khusus ini memiliki masa tunggu 5-7 tahun. Dengan harga plafond pembiayaan hingga 4.500 USD (di bawah Rp70 juta) per jemaah dan seluruh proses akan dibantu oleh pihak Bank Dinar.

Mustaen mengatakan bahwa program dari Bank Dinar ini mengharapkan masyarakat bisa mengubah pola pikir bahwa masyarakat bisa mendaftar haji terlebih dahulu baru kemudian menabung. Sebab, semakin lama mendaftar, maka semakin lama juga masa tunggu haji.

“Kami memperkenalkan pola pikir terbalik, masyarakat itu kebanyakan nabung dulu baru daftar. Sebaiknya jangan seperti itu. Kenapa? Karena kalau nabung dulu orang itu butuh disiplin tinggi, juga selalu ada kebutuhan. Sedangkan porsi (haji) ini jalan terus” jelas Mustaen.

Bank Dinar juga menyiapkan fee untuk masyarakat yang mendaftarkan rekannya untuk berhaji. Untuk haji reguler akan mendapatkan fee Rp250.000 per satu jemaah sedangkan untuk haji khusus Rp1 juta per jemaah (kecuali menjadi Mitra Dinar akan mendapatkan Rp2 juta per jemaah) apabila disetujui oleh Bank Dinar.

Selanjutnya menyinggung program perjalanan umrah akan dilaksanakan setelah pemerintah Arab Saudi membuka akses ke sana.

“umrah akan dibuka setelah pemerintah Arab Saudi membuka Saudi untuk aktivitas umrah” ujarnya.