BPS Lotim Mengaku Sukses Lakukan Sensus Penduduk Daring 2020

Muh Sapoan, Ketua Badan Pusat Statistik Lotim, Saat Ditemui Tim Inside Lombok di Ruangannya. Selong (08/06/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Lotim, mengaku sukses melaksanakan sensus penduduk daring 2020. Hal tersebut dibuktikan dengan terlampauinya jumlah target yang ditetapkan untuk Lotim di sensus penduduk daring.

Kepala Badan Pusat Statistik Lotim, Muh Sapoan mengatakan, pelaksanaan sensus penduduk secara daring, Sebelumnya berakhir pada tanggal 31 Maret. Namun dikarenakan adanya pandemi covid-19, diperpanjang lagi 29 Mei 2020.

Ia melanjutkan, respon rate masyarakat Lotim ternyata lebih besar dari dugaannya. Dibuktikan dengan antusias masyarakat yang mengikuti sensus penduduk secara daring yang mencapai 356.304 jiwa, dari jumlah target yang ditetapkan sebanyak dua ratus ribu lebih.

“Realisasi yang cukup tinggi tidak terlepas dari kordinasi kami dengan pemda dan organisasi pemerintahan yang ada di desa serta para relawan kami, yang selalu intens memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk ikut dalam pelaksanaan SP 2020 secara daring,” ucapnya.

Penduduk yang tidak bisa mengikuti SP 2020 secara daring, akan dilakukan SP secara wawancara oleh petugas dari BPS. Sensus penduduk dengan metode wawancara akan dilaksanakan pada (01/09/2020). Penduduk diharapkan bisa terbuka menerima petugas BPS, yang akan mengunjungi mereka mulai tanggal tersebut.

Petugas BPS sendiri dalam SP 2020 secara wawancara juga berubah, dengan sisa anggaran yang ada mempengaruhi jumlah petugas yang akan diturunkan. Mengingat pada pandemi covid-19 ini, diakuinya semua jadi berubah, mulai dari anggaran sampai dengan teknis pelaksanaan.

“Dari segi anggaran, dan juga penghematan anggaran. Maka akan dilakukan pembatasan jumlah petugas dan juga untuk pelaksanaan petugas akan dibekali daftar penduduk per satu SLS. Juknis pada kali ini melibatkan ketua RT untuk mendampingi petugas. SP wawancara berbasis aplikasi juga sudah resmi dihapus,” jelasnya.

Ia berharap SP 2020 ini bisa terlaksana sebagaimana mestinya, dan selesai sesuai target. Masyarakat juga diharapkan terbuka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan petugas.