CFD Dipindah ke Jalan Langko hingga Pejanggik?

(Sumber foto: dishubntb)

Mataram (Inside Lombok) – Anggota Ikatan Alumni Ahli Lalu Lintas (IKAALL) NTB mengajukan sejumlah saran terkait pembahasan rencana perluasan area Car Free Day (CFD) di Kota Mataram yang berlangsung mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WITA pada hari Minggu.

Masukan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu anggota IKAALL NTB, Musfiatin, dalam rapat bulanan Forum Lalu Lintas Angkatan Jalanan (FLLAJ) NTB pada hari Selasa, 28 Januari 2020 lalu.

Melalui presentasinya, Musfiatin menerangkan untuk perluasan area CFD dapat memilih ruas Jalan Langko dan Jalan Pejanggik. Hal ini dikarenakan kedua ruas jalan tersebut merupakan area perkantoran yang tutup pada hari Minggu.

Selain itu, menurutnya di kedua lokasi itu terdapat akses alternatif untuk penduduk sekitar, sehingga meminimalisir kemacetan. Di samping itu, titik parkir dan titik kumpul komersil dapat dipetakan.

Sementara itu, pihak Pol PP Kota Mataram juga turut memberikan masukan dan sarannya bahwa untuk rencana perluasan area CFD ini perlu dilakukan riset lagi. Lantaran apabila rute CFD ingin diperpanjang, akan susah untuk melakukan pemantauan dan penertiban. Karena jumlah anggota SatPol PP Kota Mataram masih terbatas.

Dengan demikian, disarankan untuk dapat lebih memaksimalkan rute CFD yang dimulai dari depan Islamic Center sampai ke Jembatan Udayana. Hal tersebut disebabkan karena kepadatan yang dijadikan alasan ingin diluaskannya area CFD Kota Mataram ini, terjadi dari Jembatan Udayana sampai ke arah tugu pesawat selaparang.

Anggota Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Rudi Razak menyarankan agar rencana yang telah dibahas terkait perluasan area CFD Kota Mataram untuk segera dibuatkan surat ke Bappeda Provinsi NTB dan Wali Kota Mataram. Agar bisa dibahas kembali dan bisa terealisasikan.