Covid Disebut Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Diberlakukan di Kota Mataram

39
Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah dasar di Kota Mataram. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Satgas Covid-19 nasional kembali memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal ini lantaran meningkatnya kasus Covid-19 secara nasional. Beberapa penyesuaian pun diberlakukan kembali, termasuk untuk proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Meski begitu, Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan kegiatan belajar mengajar di Kota Mataram tetap menerapkan PTM. Hal ini dilakukan lantaran pengetatan protokol kesehatan (prokes) tetap diberlakukan di ruang-ruang publik, termasuk sekolah.

Mohan menyebut, Jika ada peserta didik yang mengeluhkan batuk atau pilek maka disarankan untuk mengikuti kegiatan belajar secara daring. “Bukan, rombelnya yang ditutup, tidak satuan pendidikannya,” katanya, Selasa (2/8).

Ia mengatakan, Pemkot Mataram tidak akan menutup kembali kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Karena jika ada keluhan batuk atau flu yang dirasakan hanya siswa bersangkutan yang tidak mengikuti pembelajaran secara langsung. “Kita mengacu itu (kebijakan pemerintah pusat, Red) saja nanti,” ujarnya.

Saat itu, lanjut Mohan, peserta didik sedang menikmati pembelajaran secara offline atau langsung. Karena setelah pembelajaran secara daring sudah dilakukan hampir dua tahun terakhir. Hal ini menimbulkan kebosanan kepada peserta didik.

“Anak-anak sudah mulai aktif belajar dan sosialisasi. Cukup lama kemarin (daring red) dan sedang semangat-semangat terutama anak-anak yang baru mengenal sekolah,” katanya.

Masa perkenalan sekolah ini sangat penting bagi peserta didik baru. Karena peserta didik mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. “Sangat penting untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan teman-teman,” ucapnya.

Ia menambahkan, antisipasi penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan sudah dilakukan sejak awal. Tidak saja Satgas di satuan pendidikan melainkan juga Satgas Covid-19 Kota Mataram.

“Kalau itu kan skenarionya sudah ada dari awal. Dengan satgas Covid dari kota dan satgas di satuan pendidikan,” kata Mohan.

Satgas di lingkungan pendidikan diharapkan aktif untuk melaporkan kondisi yang terjadi di sekolah laporan. Sehingga nantinya satgas Covid-19 Kota Mataram akan menindaklanjutinya. “Untuk SOP nya kita sudah pahami semua di tingkat sekolah. Satgas di satuan pendidikan juga agar lebih aktif,” tutup Mohan. (azm)