Dikeswan Lotim Lakukan Pemantauan Jelang Hari Raya Kurban

Achsan Nasirul Huda, Kabid Pelayanan Kesehatan Hewan Dikeswan Lotim, saat ditemui di ruangnnya oleh Tim Inside Lombok, di Selong, Kamis (02/07/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Kurban, Dinas Kesehatan Hewan (Dikeswan) Lombok Timur, laksanakan pemantauan dan pengawasan di masing-masing kecamatan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan Hewan Dikeswan Lotim, Achsan Nasirul Huda mengatakan, selain melakukan pengawasan terhadap ternak yang berasal dari Pulau Lombok, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap ternak yang datang dari Pulau Sumbawa.

Ia menganggap hewan ternak yang datang dari Pulau Sumbawa belum diperiksa kesehatannya, apakah bebas dari penyakit atau tidak. Sehingga untuk konsumsi, hewan tersebut haru dilakukan pemeriksaan ketat.

“Sapi yang datang dari Pulau Sumbawa yang diperjualbelikan di pasar ternak, harus betul-betul kita perhatikan kesehatannya, ” ujarnya, di Selong, Kamis (2/7/2020).

Hewan kurban yang nantinya akan dilakukan pemeriksaan ketat, mulai dari bulu, berat dan kesehatan hewan. Pemeriksaan tersebut dilakukan agar hewan ternak tersebut sesuai standar kesehatan hewan dan aman dikonsumsi nantinya.

“Penyakit yang sering dijumpai di hewan ternak yaitu cacing hati, yang bisa membahayakan untuk kesehatan manusia,” ungkapnya.

Jika ditemukan penyakit cacing hati pada hewan ternak, baik sedikit maupun banyak. Maka disarankan membuang daging tersebut, adapun hewan ternak yang diketahui tidak sehat akan dilakukan pemberian vaksin oleh pihak Dikeswan.

Diketahui pada tahun 2020, hewan yang berasal dari Pulau Sumbawa dari bulan Januari sebanyak 8.367 ekor hewan ternak. Diantaranya yaitu, 7.907 ekor sapi, 400 ekor kerbau, dan 60 ekor kuda.

Di Kabupaten Lombok Timur permintaan hewan kurban cukup tinggi. Sehingga dibutuhkan suplai hewan ternak dari luar daerah, khusunya sapi yang paling banyak diminati dan diperjualbelikan di Lotim

“Stok sapi yg ada di Lotim untuk setiap tahunnya berkisar 139 ribu ekor, sehingga membutuhkan suplai dari luar daerah untuk mencukupi permintaan pasar, ” ucapnya.

Nantinya, Seminggu sebelum dilakukan penyembelihan ternak, pihak Dikeswan akan melakukan pengobatan kepada ternak tersebut di setiap kecamatan untuk mengantisipasi adanya penyakit pada hewan kurban yang dapat membahayakan kesehatan manusia.