Dishub Lotim Berlakukan Penyeberangan Melalui Kayangan Tanpa Rapid Test

M Zaini, Kepala Dinas Perhubungan Lotim. Saat Ditemui Tim Inside Lombok di Ruangannya, Selong (09/06/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Timur, mulai berlakukan imbauan dari Gubernur NTB untuk tidak melaksanakan rapid test di Pelabuhan Kayangan dan Poto Tano.

Kepala Dinas Perhubungan Lotim, M Zaini mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan rapid test di pelabuhan lagi. Karena Gubernur NTB telah mengubah kebijakan sebelumnya dan menyatakan tidak wajib rapid test dan menggantinya dengan menerapkan protokoler kesehatan di pelabuhan.

“Kami dari Dishub Lotim sendiri telah menyiapkan protokoler kesehatan di pelabuhan jauh sebelum Pergub tersebut diturunkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam imbauan tersebut Dishub Kabupaten diharapkan menambah personel untuk memperketat penjagaan di pelabuhan.

“Kita telah menyiapkan personel untuk penjagaan di pelabuhan sesuai dengan imbauan provinsi. Kita akan menambah personel nantinya, namun dengan melihatĀ  antusias masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut,” ucapnya.

Ia juga akan meminta kepada OPD lain untuk ikut berjaga di Pelabuhan Kayangan, baik itu untuk penerapan protokoler kesehatan di pelabuhan. Seperti screening, wajib menggunakan masker, tempat cuci tangan dan menyemprotkan disinfektan bagi kapal yang akan bersandar.

“Tidak adanya bukti rapid test, maka kita akan memperketat protokoler kesehatan,” jelasnya.

Zaini berharap supaya kebijakan pemerintah lebih dipatuhi, terlebih lagi pemprov telah memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut. Dengan tidak perlu membawa surat hasil rapid test nonreaktif.

“Dengan segala kelonggaran yang diberikan pemprov untuk masyarakat, kami berharap agar masyarakat mematuhi protokoler kesehatan tersebut,” pintanya.