Disnakertrans Lotim Siapkan Langkah Minimalisir TKI ke Luar Negeri

Kantor Disnakertrans Lotim, di Selong, Senin (22/02/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu satu provinsi dengan penyumbang jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Indonesia, terlebih lagi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Untuk meminimalisir angka TKI ke luar negeri, pihak Disnakertrans Lotim siapkan beberapa program.

Kepala Bidang P2TK Disnakertrans Lotim, Hirsan mengatakan, pihaknya bersama dengan Loka Latihan Kerja (LLK) Selong sudah menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi secara gratis dengan melalui tes, dan juga pihaknya telah menyiapkan pelatihan secara swadaya/berbayar untuk meningkatkan kemampuan sebagai modal dalam berwirausaha.

“Kita juga bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja(LPK) di Lotim untuk penyelenggaraan pelatihan juga,” ucap Hirsan melalui WhatsApp kepada Inside Lombok, Senin (22/02/2021).

Selain meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan kerja, pihak Disnakertrans Lotim juga berusaha memberikan peluang kerja bagi masyarakat dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Lotim dengan menggelar Job Fair.

“Pada pelaksanaan pertama Job Fair kemarin tidak begitu banyak terserap tenaga kerja lantaran kita dilanda Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dikatakan Hirsan, pada pelaksanaan Job Fair 2020 lalu sedikit terganggu lantaran mewabahnya Covid-19 di Lotim. Sehingga pihak Disnakertrans pada tahun 2021 tidak berani menganggarkan acara Job Fair dikarenakan dua alasan yaitu, kegiatan yg sifatnya menciptakan kerumunan untuk sementara tidak boleh dilaksanakan.

“Karena situasi bertepatan dengan awal mewabahnya virus corona jadi kami tidak bisa memastikan berapa jumlah TK yang terserap kemarin, dari total 900 loker yang tersedia, hanya 30 persen yang bisa terserap,” ujarnya.

Selain itu, dikatakan Hirsan, alasan yang kedua dikarenakan pihak perusahaan yang ada di Lotim belum siap untuk menerima tenaga kerja lagi. Lantaran situasi sulit seperti saat ini di tengah Pandemi Covid-19.

“Akan tetapi kami terus berikhtiar untuk mengurangi pengangguran dengan terus melakukan pembinaan,” katanya.

Pihak Disnakertrans juga melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan uuntuk mencegah terjadinya PHK, dan juga melakukan komunikasi serta koordinasi dgn pihak kementrian ketenagakerjaan untuk membantu adanya tambahan anggaran program desmigratif dan program lainnya.

“Semoga stelah vaksin ini ada angin segar untuk kami kembali mengusulkan anggaran di APBD perubahan dan bisa melaksanakan kegiatan Job Fair pada tahun 2022 mendatang,” Imbuhnya.