Tahun Depan Sky Lancing Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Paralayang Tingkat Dunia

Pemandangan Sky Lancing saat menggelar Kejuaraan Paralayang nasional beberapa waktu lalu (Inside Lombok/Ist)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sky Lancing di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah bakal menjadi tuan rumah Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) pada 27- 30 Juli 2023 mendatang. Ketua Harian Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Lombok Tengah, Roy Rahmanto mengatakan sejumlah persyaratan untuk bidding sebagai tuan rumah PGAWC 2023 telah tuntas.

“Target kami, kejuaraan dunia ini diikuti oleh 17 negara,” katanya, Selasa (29/11/2022). Roy menuturkan, pada September lalu tim dari PGAWC sudah datang meninjau kawasan Sky Lancing dan memberikan masukan apa saja yang perlu dibenahi dan tim dari PGAWC tidak mempermasalahkan, hanya saja disinggung soal kesiapan panitia.

“Tim PGAWC meminta kami menyiapkan kepanitiaan yang mumpuni untuk menyambut event internasional ini” ujarnya.Tim dari PGAWC sempat meragukan kualitas SDM panitia dalam mengatur event paralayang sehingga meminta untuk membuat event berskala kecil terlebih dahulu.

“Apa yang kurang tentunya menjadi pembelajaran, terlebih event PGAWC ini perlakuannya tentu berbeda,” akunya.

Dikatakan, Sky Lancing sebagai tuan rumah telah mendapat kesepakatan antara pemilik lahan, Lanud ZAM, termasuk juga pemerintah provinsi dan kabupaten dan merupakan satu-satunya lokasi paralayang di Lombok yang sudah mengantongi izin terbang pada Agustus 2022 lalu.

“Tidak bisa sembarangan untuk main di udara, apalagi di sini kita mainnya di atas 100 bahkan 200 meter,” ujarnya.

Disinggung mengenai jumlah atlet paralayang di NTB, pihaknya mengaku atlet yang sudah lisensi level 2 sekitar 20 orang atlet.”Persyaratan atlet yang mengikuti kejuaraan dunia harus berada di level 2,” sebutnya.

Beberapa atlet yang terus dilatih di antaranya dari Sembalun Lombok Timur, Lombok Tengah dan sebagian besar di Kabupaten Sumbawa Besar (KSB). (fhr)