Gubernur NTB Ingatkan Warga Tak Lengah Hadapi COVID-19

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah (tengah) bersama Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah (kanan) dan Wali kota Mataram H Ahyar Abduh (kiri). Inside Lombok/ANTARA/Humas Pemprov NTB/dok

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah mengingatkan warga tidak lengah dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah dalam menghadapi COVID-19 di tengah rencana “New Normal” oleh Pemerintah Pusat.

“Kampanye normal baru¬† membuat kita sedikit bernafas lega, ini badai segera berlalu, ada cahaya diujung terowongan,” ujarnya melakukan kunjungan kerja bersilaturahmi ke bupati walikota se Pulau Lombok untuk menyatukan komitmen dalam menangani COVID-19 di provinsi itu, Kamis.

Kunjungan silaturahmi Gubernur NTB ini ditemani Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB. Kunjungan sendiri dimulai dari Kota Mataram. Ditempat ini Gubernur dan Wagub menyampaikan arahannya pada Rapat Pembahasan Penanganan COVID-19 di wilayah Kota Mataram bersama Walikota H Ahyar Abduh.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan bahwa istilah “New Normal” yang mencuat belakangan ini merupakan suatu hal yang memberikan sedikit angin segar. Hal ini menandakan adanya kabar baik yang datang di tengah masyarakat. Meski demikian, ia meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

Gubernur NTB lantas menyinggung tenaga kesehatan di NTB yang mulai terpapar COVID-19. Ia mengatakan bahwa kedisiplinan menjadi faktor penting agar tetap terhindar dari wabah corona. Selain itu, ia juga menyinggung wabah corona yang belakangan ini semakin rentan menyerang bayi dan balita.

“Situasi kita lebih berbahaya dibanding awal dulu. Bukan karena virusnya tetapi karena ketidakdisplinan kita dan mulai menggampangkan dan pada saat yang sama, tenaga kesehatan kita mulai bertumbangan karena 3-4 bulan berjibaku dengan persoalan ini,” terang Zulkieflimansyah.

Ia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya COVID-19 yang masih mengintai dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Jangan sampai kelengahan kita ini mengakibatkan jumlah yang terpapar COVID-19 ini lebih banyak lagi di tempat kita,” katanya.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa dalam menangani masalah COVID-19, kebersamaan dan semangat harus selalu dijaga. Karena penyebaran virus COVID-19 ini berbeda seperti kita menghadapi bencana-bencana yang lain.

“Hal-hal seperti ini dibutuhkan kekuatan kita bersama. Dalam kondisi NTB sekarang, seperti yang kita prediksi sebelumnya, lengah sedikit saja bisa terjadi “second wave,” jelas Wagub.

Wagub tak ingin tenaga kesehatan yang selama ini menjadi mesin utama penanganan COVID-19 terpapar semakin banyak. Mengingat 67 tenaga kesehatan di NTB telah dinyatakan positif COVID-19.

“Hal yang sangat kita khawatirkan, namun terjadi juga. Padahal saya yakin semua sudah melakukan proteksi yang sangat baik. Oleh karena itu, semangat ini yang harus terus dijaga kedepan oleh Pemerintah Provinsi dan Kepala Daerah semuanya,” jelasnya.

Menurut Wagub, COVID-19 ini adalah penyakit yang sama dengan penyakit lainnya, hanya saja memiliki tingkat kematian yang lebih cepat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak lari dan sembunyi jika memiliki gejala dari COVID-19.

“Ini memang lebih berat, tapi saya yakin kita bisa karena doa kita. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita semua InsyaAllah bisa teratasi dengan sebaik-baiknya,” ucap Rohmi.

Sementara itu, Walikota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melawan pandemi COVID-19. Kota Mataram yang sejauh ini terdata sebagai kota dengan tingkat terpapar positif terbanyak dinilai harus lebih bekerja keras. Karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov NTB diharapkan berjalan dengan baik.

“Tentu semua yang sudah menjadi kebijakan dan keputusan Gubernur sudah kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Di Kota Mataram sendiri, kata Ahyar menyampaikan program penanganan COVID-19 dengan pola PCBL atau Penanganan COVID-19 Berbasis Lingkungan. Program tersebut berupa pembagian masker, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di sejumlah titik di Kota Mataram.

Ahyar mengajak kabupaten/kota yang ada di seluruh NTB agar selalu kompak dalam melawan COVID-19 bersama-sama.

“Mudah-mudahan kita bisa segera terlepas dari COVID-19 ini,” katanya. (Ant)