Ikan “Ipun” Muncul, Camat Ampenan Wacanakan Buat Festival

Camat Ampenan, Muzakkir Walad. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Kemunculan ikan berukuran kecil atau biasa disebut dengan “ipun” di muara Sungai Jangkuk Ampenan menghebohkan masyarakat setempat. Pasalnya kemunculan jenis ikan ini selain bisa dimakan, juga bisa jual dengan harga yang cukup menggiurkan.

Camat Ampenan, Muzakkir Walad mengatakan ikan ipun sama halnya dengan nyale yang muncul pada waktu-waktu tertentu. Hanya saja, ikan ipun ini tidak bisa diprediksi waktunya.

“Memang kita tidak bisa prediksi waktunya. Sekali waktu setelah nyale itu dia muncul,” katanya Rabu (18/1) katanya. Ikan ipun, lanjut Muzakir, biasanya akan muncul kurang lebih selama dua hari.

Menurutnya, berdasarkan cerita warga, ikan ipun bisa bermigrasi hingga aliran Sungai Jangkuk di Kelurahan Monjok. Namun sekarang biasa ditemukan di muara di Ampenan. “Biasanya memang Januari. Tapi itu kita tidak bisa prediksi. Kadang Januari, ada juga di Agustus,” katanya.

Dengan munculnya ikan ipun ini, Camat Ampenan berencana untuk mengadakan festival. Hanya saja, karena waktu munculnya tidak bisa diprediksi, program ini belum bisa dipastikan. Namun jika ada festival, maka bisa menangkap ipun bersama masyarakat dan dirangkaikan dengan kegiatan lainnya.

“Itu teman-teman kemarin mau mengadakan festival ipun. Cuma kita rangkai dengan event selancar. Itu di bulan Juli-Agustus kalau untuk selancar. Itu sih usul teman-teman,” katanya.

Ia menjelaskan, ikan ipun ini bisa hidup di dua tempat. Artinya, ikan ipun itu bisa hidup di air laut dan air tawar. Ketika ikan kecil ini ke air tawar, katanya sedang imigrasi. “Bisa hidup di dua tempat ini, Tapi bukan di air dan darat tapi dua jenis air,” katanya.

Harga ikan ipun sambut Camat Ampenan lumayan mahal. Pasalnya, harga ikan ipun dalam satu ember ukuran sekitar 20 kg bisa mencapai Rp1 juta. Masyarakat yang memiliki tangkapan ikan, biasa menjualnya ke pasar dalam ukuran kecil.

“Banyak ini dijual sekarang. Ada yang ukuran kecil itu kan (nempil bahasa sasak red). Ikan ini bisa dipepes dan enak sekali,” ujarnya. (azm)