Insentif Nakes di Loteng Ditargetkan Cair Sebelum Lebaran

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang khusus menangani pasien Covid-19 di Lombok Tengah hingga kini belum dibayar, kendati anggarannya sudah siap.

PLT Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, H. Lalu Idham Khalid, Jum’at (16/4/2021) di Praya mengatakan, pembayaran insentif nakes belum dilakukan karena masih dilakukan verifikasi data.

Verifikasi tersebut diperlukan karena ada beberapa kesalahan dalam data sebelumnya, seperti bukan nakes tapi dimasukkan ke dalam daftar penerima insentif.

“Itu yang tidak kita inginkan. Masa petugas cleaning service dimasukkan ke dalam data itu. Sehingga harus dipastikan lagi,”ujar Idham.

Menurutnya, pembayaran insentif ini akan dilakukan setelah verifikasi data selesai dilakukan. Anggaran yang sudah disiapkan untuk membayar insentif nakes ini mencapai Rp16 miliar.

Anggaran tersebut bukan hanya untuk membayar tunggakan insentif nakes sejak bulan Juli 2020 lalu. Namun pembayaran tersebut direncanakan hingga akhir tahun 2021 ini.

“Tapi kalau jumlahnya (nakes) yang akan menerima insentif ini belum diketahui karena masih verifikasi data. Kemarin kepala BPKAD sudah memanggil Kadikes dan RSUD. Intinya kalau datanya sudah selesai itu akan dibayar,”imbuhnya.

Diharapkan pembayaran insentif ini bisa dilakukan sebelum lebaran. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh para nakes untuk membeli kebutuhan lebaran.

Sementara itu, berdasarkan aturan dari Kementerian Kesehatan, besaran pembayaran insentif nakes berbeda-beda yang seharusnya dibayar setiap bulan.
Untuk dokter spesialis besaran insentifnya yakni Rp15 juta.

Kemudian dokter umum dan gigi sebesar Rp10 juta dan bidan serta perawat sebesar Rp7,5 juta. Sementara untuk tenaga medis lain insentifnya sebesar Rp5 juta per bulan.