Jembatan Bengkang Hanyut Terbawa Banjir, Ribuan Warga Terisolir

 

Kondisi jembatan di dusun Bengkang, persiapan desa Pengantap, kecamatan Sekotong. Sabtu (20/11/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) –

Kondisi Jembatan di dusun Bengkang, Desa persiapan Pengantap, Sekotong yang awalnya putus sekarang semakin memprihatinkan. Hingga Sabtu (20/11) sisa konstruksi jembatan tersebut telah hanyut akibat derasnya aliran air sungai karena meningkatnya intensitas hujan beberapa hari terakhir.

Masyarakat setempat mengharapkan Dinas PUPR NTB segera melakukan penanganan, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Mengingat jembatan itu merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat setempat menuju Lombok Tengah.

“Jadi pada Sabtu siang sekitar pukul 12.30 Wita jembatan yang putus itu hanyut terbawa banjir,” tutur Kadus Bengkang, Dirawan saat dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Lebatnya hujan disebut menyebabkan air di kawasan itu kembali meluap. Setidaknya ada tiga dusun di kawasan itu terdampak banjir parah. Di antaranya, Dusun Kebeng, Dusun Pengantap dan Dusun Bengkang.

Sementara itu, ada lima dusun yang ada di seberang jalan jembatan penghubung Lobar dengan Loteng itu terisolir. Seperti Dusun Kebeng, Dusun Pangsin, Dusun Pengantap, Dusun Bange, dan Dusun Meang. Diperkirakan ada sekitar 1.300 KK di lima dusun tersebut yang saat ini terisolir.

“Kalau di dusun Bengkang saja ada 80 KK. Jembatan ini satu-satunya jalur yang bisa dilewati sebagai penghubung Lobar ke Loteng,” beber Dirawan. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah dapat segera membangun jembatan. Baik itu jembatan sementara, lebih-lebih lagi jembatan permanen.

“Semoga pemerintah segera membangun kembali jembatan ini. Karena ini adalah akses satu-satunya yang bisa dilewati masyarakat untuk mencari rizki,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana mengaku bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan PUPR NTB yang memiliki kewenangan. Khususnya untuk mencari solusi jangka pendek yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

“Penanganan jangka pendek ini tentu sudah dipikirkan untuk pembangunan jembatan darurat,” akunya saat ditemui di kantor Bupati Lobar, Senin (22/11/2021). Namun untuk penanganan permanen, dirinya menuturkan bahwa dari hasil koordinasi yang dilakukan, PUPR NTB akan mengupayakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 mendatang. (yud)