Jika Tidak Ada Solusi Sampai Sebulan, Warga Buwun Sejati Dipersilakan Tempuh Jalur Hukum

Penyerahan surat tuntutan aksi warga desa Buwun Sejati ke kepala desa. Rabu (06/10/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) –Camat Narmada, M. Busyairi memberikan ultimatum untuk penyelesaian dugaan pemotongan dana bantuan rumah tahan gempa (RTG) yang menimpa warga Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada. Pihak terkait seperti kelompok masyarakat (pokmas), fasilitator, hingga penyuplai diminta memberikan solusi paling lambat satu bulan kedepan.

“Kami dari kecamatan berkomitmen membantu masyarakat, memastikan masalah ini bisa selesai dalam waktu paling lambat satu bulan” tegas Busyairi saat memberi jawaban atas hearing para korban gempa di Kantor Desa Buwun Sejati, Rabu (6/10).

Jika sampai tenggat tersebut kasus dugaan pemotongan bantuan RTG tidak menemukan titik terang, pihaknya mempersilahkan masyarakat yang merasa menjadi korban untuk menempuh jalur hukum. Antara lain dengan melaporkan oknum yang diduga terlibat ke pihak berwajib.

“Saya ada di pihak masyarakat dan pastikan satu bulan selesai. Kalau tidak selesai, silakan tempuh jalur hukum” jelas Busyairi.

Kapolsek Narmada, Kompol I Nyoman Nursana menyebut pihaknya telah menerima aduan dari masyarakat yang bantuannya belum dituntaskan. Namun pihaknya masih menunggu pengumpulan bukti, saksi, dan tempat kejadian perkara yang mampu menguatkan laporan warga.

“Kami juga menerima beberapa pengaduan dari masyarakat yang sampai saat ini belum dituntaskan. Baik dari Desa Selat dan Lembah Sempage” tutur Nursana.

Nursana meminta fasilitator untuk serius menangani laporan masyarakat terkait dugaan pemotongan dana bantuan tersebut. Supaya persoalan itu tidak berkepanjangan dan memperlambat proses masyarakat mendapat bantuan.

Untuk itu pihaknya menekankan agar pihak terkait fokus menuntaskan penyaluran bantuan bagi para korban bencana. Jangan sampai mendahulukan kepentingan lainnya di atas semua itu.
“Mestinya dalam bantuan itu birokrasinya dikurangi. Jangan sampai bantuan itu banyak dipotong untuk ini dan itu, dan yang sampai ke masyarakat malah tidak layak” tandasnya.