Kasus PMK Masih Tinggi, Penutupan Pasar Hewan di Lotim Diperpanjang

14
Kondisi Pasar Hewan Masbagik sebelum ditutup (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi di Lotim tercatat telah mencapai 10 ribu lebih. Mengantisipasi penyebaran yang semakin masif, Disnakeswan Lotim memperpanjang masa penutupan pasar hewan mulai dari 22 Juni hingga 11 Juli 2022.

“Hari ini perpanjangan penutupan pasar hewan sesuai dengan imbauan Menteri juga, karena se-Pulau Lombok ini sudah (zona) merah,” katanya saat ditemui Inside Lombok, Rabu (22/06).

Perpanjangan penutupan pasar hewan ini sudah kali kedua dilakukan. Karena saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas jual beli ternak di pasar.

“Kita sih inginnya segera kita buka, tapi karena kondisi yang belum memungkinkan,” tuturnya.

Saat ini sapi yang masih dirawat sebanyak 3000 ekor lebih. Sementara angka kesembuhan di Lotim sebesar 66 persen. Sehingga pengobatan saat ini masih masif dilakukan agar angka kesembuhan terus meningkat.

“Angka kesembuhan 66 persen, jadi kita terus upayakan penyembuhan dan pencegahan sehingga pasar hewan belum bisa kita buka,” pungkasnya. (den)