KDRT di Lotim Meningkat Karena Masalah Ekonomi

99
Ketua UPTD PPA DP3AKB Lotim, Hj Nurhidayati saat ditemui di Kantor Bupati Lotim, Kamis (10/12/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di masa pandemi mengalami peningkatan. Hal tersebut diakibatkan karena perubahan prilaku masyarakat disebabkan merosotnya perekonomian warga.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD PPA DP3AKB Lotim, Hj Nurhidayati mengatakan, peningkatan kasus tersebut terjadi akibat beberapa faktor. Salah satunya karena lemahnya ekonomi selama pandemi.

“Kekerasan terhadap anak seringkali terjadi akibat sejumlah permasalahan keluarga yang dilatarbelakangi persoalan ekonomi,” ucapnya, Kamis (10/12).

Mengantisipasi hal tersebut, kata Nurhidayati, pentingnya peran orang tua terhadap anak semakin ditingkatkan melalui penerapan edukasi di rumah dengan mengisi waktu luang dengan anak.

Tidak jauh berbeda dalam mengantisipasi kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap perempuan yang biasanya terjadi dalam rumah tangga, pihaknya meminta agar ketahanan keluarga harus diperkuat.

“Melalui ketahanan keluarga kasus tersebut dapat dihindari,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari pihak UPTD PPA DP3AKB Lotim, kasus kekerasan terhadap anak hingga Oktober 2020 tercatat sebanyak 91 kasus yang disertai dengan kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 76 kasus.

“Di mana kasus tersebut berupa pemerkosaan anak sejumlah 23 kasus, KDRT terhadap perempuan 35 dengan kasus pemukulan sebanyak 18 kasus,” paparnya.

Upaya yang dilakukan pihaknya, kata Nurhidayati, yaitu melakukan pemberdayaan terhadap perempuan melalui peningkatan kapasitas para perempuan yakni dengan pengembangan melalui bidang ekonomi, agar nantinya ekonomi bukan lagi alasan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga.