Ketua BPPD Loteng Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Tiket MotoGP

992
Ilustrasi MotoGP (Inside Lombok/Sepangcircuit)

Mataram (Inside Lombok) – Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah, Ida Wahyuni Sahabudin (IW) ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan penipuan tiket MotoGP Mandalika. Penipuan dilakukan terhadap PT. Tahtajaga Internasional Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Teddy Rustiawan menerangkan beberapa hari yang lalu pihaknya telah melakukan gelar perkara dan sudah tingkatkan status IW sebagai tersangka penipuan tiket MotoGP Mandalika sebesar Rp66 juta.

“Dari hasil gelar perkara yang kita lakukan minggu lalu, status kita naikkan sebagai tersangka,” ungkap Teddy, Rabu (14/9). Bahkan yang bersangkutan sebelumnya telah dilakukan pemanggilan saksi terkait. Namun karena yang bersangkutan tidak kooperatif atau tidak hadir hingga akhirnya kepolisian melakukan penangkapan di Lombok Tengah.

“Maka kemarin kita lakukan penangkapan, selama 1 kali 24 jam kita lakukan pemeriksaan dan kasusnya kita tetap lanjutkan,” ujarnya. Untuk diketahui, IW dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan oleh pengusaha asal Surabaya sekitar Februari lalu.

Saat ini meskipun sudah berstatus sebagai tersangka, pihak kepolisian belum melakukan penahanan. Pelaku hanya dikenakan wajib lapor. “Kalau memang pelapor atau korban tidak mau berdamai dengan yang bersangkutan tentunya kita teruskan pada persidangan,” tuturnya.

Kendati demikian, Teddy menyebut bahwa pada kasus ini bisa diselesaikan dengan proses Restorative Justice (RJ). Di mana memang ke depannya diharapkan akan ada proses RJ tersebut.

“Kalau memang restorative justice ini tercapai dan korbannya mau berdamai dengan yang bersangkutan, tentu peluang untuk selesai di luar pengadilan kan bisa. Namun kalau korban atau pelapor tidak mau selesai di luar pengadilan atau RJ, kasus akan kita lanjutkan,” jelasnya. (dpi)