Kosong “Melompong”, Ekspor Barang NTB Pakai Pesawat Turun 100 Persen

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis perkembangan transportasi di NTB untuk awal tahun 2019, Senin (01/04/2019) di Kantor BPS NTB. Dalam data dari BPS NTB tersebut menunjukkan bahwa barang yang dimuat melalui penerbangan internasional sampai dengan Februari 2019 kosong sama sekali.

Kepala BPS NTB, Suntono, menerangkan bahwa secara kumulatif jumlah pemuatan barang melalui penerbangan internasional pada bulan Februari 2019 turun 100% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018, sedangkan pemuatan barang melalui penerbangan domestik pada awal tahun 2019 (periode Januari-Februari) turun sebesar 56.00% disbanding periode yang sama pada tahun 2018.

“Soal barang yang dimuat melalui penerbangan ini, kaitannya dengan barang ekspor. Tidak ada barang yang di ekspor menggunakan kargo pesawat,” ujar Suntono, Senin (01/04/2019) ketika menyampaikan rilis tersebut.

Suntono juga menerangkan bahwa ekspor biasanya melingkupi komoditas produk-produk non-tambang, kerajinan, ikan, dan sejenisnya. Namun karena beberapa faktor, pada awal tahun 2019 komoditas ekspor tersebut menurun.

Selain itu Suntono juga menyebutkan bahwa barang yang dibongkar melalui penerbangan domestik sendiri pada Februari 2019 sebanyak 506.503 Kg. Jumlah tesebut menunjukkan penurunan sebesar 15.06% dibandingkan bulan Januari 2019. Sedangkan barang yang dibongkar dari penerbangan internasional menunjukkan penurunan 61.01%.

Untuk penumpang sendiri, Suntono menyebutkan bahwa ada 96.115 orang yang datang ke NTB melalui pintu masuk Bandara Internasional Lombok (BIL) melalui penerbangan domestik pada Februari 2019. Jumlah terebut menunjukkan penurunan 16.20% dibandingkan bulan Januari 2019. Sedangkan melalui penerbangan internasional jumlah kedatangan mengalami kenaikan 16.99% dengan 6.898 orang dibandingkan bulan Januari 2019 dengan 5.896 orang.

Jika diakumulasikan, jumlah penumpang yang datang melalu penerbangan domestik pada periode Januari-Februari 2019 mengalami penurunan 25.02% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Sedangkan jumlah penumpang dari penerbangan internasional untuk periode Januari-Februari 2019 juga mengalami penurunan sebesar 39.21% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.

Untuk jumlah penumpang sendiri Suntono menyebutkan ada 94.187 orang yang berangkat melalui penerbangan domestik pada Februari 2019. Jumlah tersebut mengalami penurunan 13.24% dibandingkan bulan Januari 2019. Sedangkan penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional sebanyak 6.552 orang, yang menandakan kenaikan persentase 18.76% dibandingkan Januari 2019.

Jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan domestik pada periode Januari-Februari 2019 sendiri turun sebesar 27.61% persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional pada bulan Januari-Februari 2019 menunjukkan penurunan sebesar 39.25% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.