Kredit Peternak Sapi di Lombok Timur Masih Aman di Tengah Kasus PMK

41
Kepala OJK NTB, Rico Renaldy (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di Pulau Lombok saat ini menjadi atensi semua pihak. Terlebih masih terjadi dan berlanjut dalam waktu yang lama, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kredit peternak sapi.

Kendati sampai saat ini kondisi kredit masih lancar-lancar dan tidak ada hambatan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Rico Rinaldy menerangkan sampai saat ini belum ada persoalan terkait kondisi kredit peternak sapi. Terutama di wilayah Lombok Timur yang peternaknya banyak mengajukan kredit tahunan.

“Pantauan kami saat ini masih aman, karena penyetoran kreditnya tahunan. Jadi belum ada kami dapatkan pengajuan restrukturisasi,” ujar Rico, Senin (20/6).

Dikatakan, pihaknya memang terus memantau kasus PMK dan dampaknya terhadap peternak yang mengambil kredit melalui KUR peternak sapi diprogramkan pemerintah. Sejauh ini masih terbilang aman untuk kredit peternak sapi. Sementara bunga kredit peternak khususnya di Lombok Timur sudah disubsidi oleh pemerintah kabupaten, sehingga petani hanya perlu menyetor nilai pokok utang setiap tahun.

“Bunga hutang setiap bulan sudah disubsidi oleh pemerintah kabupaten Lombok Timur. Peternak hanya menyetor pokok hutang saja, ini juga meringankan peternak,” ungkapnya.

Sebagai informasi jumlah populasi sapi yang rentan terkena PMK di Pulau Lombok menurut data dari Pemprov NTB hingga 15 Juni 2022 mencapai 950.551 ekor. Di mana kasus sapi sakit mencapai 16.401 ekor, sapi sembuh 13.493 ekor, sapi dipotong bersyarat 121 ekor dan sapi mati 17 ekor. Kasus PMK terbesar ada di Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah kasus 9.999 ekor, kemudian Lombok Timur 9.041 ekor, Lombok Barat 7.410 kasus, Lombok Utara 3.154 dan Kota Mataram 428 kasus.

Sementara itu, pihak perbankan sementara ini mengerem dulu untuk penyaluran KUR peternak mereka. Tetapi sisi pemerintah masih tetap menganggarkan untuk pemberian KUR peternak kepada peternak sapi.

Pemerintah kabupaten Lombok Timur sejak 2021 merealisasikan program KUR untuk peternak sapi dengan subsidi bunga oleh pemerintah kabupaten Lombok Timur. Pada kuartal I tahun 2022, jumlah debitur KUR sapi 5.188 debitur dengan nilai kredit Rp77,8 miliar.

“Pemerintah disana terus turun, kemudian menganggarkan untuk KUR ternak. Cuma sementara teman-teman perbankan mengerem penyaluran mereka dan dialih ke penyaluran lainnya,” terangnya. (dpi)