Kunjungan Wisatawan di Tiga Gili Melonjak, Penyewaan Sepeda Kecipratan Untung

136
Salah satu tempat penyewaan sepeda di Gili Trawangan (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Kunjungan wisatawan baik lokal, domestik maupun mancanegara beberapa bulan belakangan ke Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) melonjak. Dalam sehari ada ribuan wisatawan datang. Karena hal tersebut jasa penyewaan sepeda yang sebagai kendaraan di sana ikut kecipratan untung hingga 50 persen.

Pemilik tempat penyewaan sepeda Cominity di Gili Trawangan, Amirudin mengaku kondisi pariwisata yang semakin membaik saat ini memberikan dampak positif baginya. Karena jasa penyewaan sepeda mengalami peningkatan dari Covid-19 yang melanda 2 tahun belakangan ini. Di mana pendapatan mereka sempat merosot karena sepi kunjungan wisatawan ke Gili, karena ada kebijakan pembatasan untuk orang bepergian.

“Terkait dengan penyewaan sepeda memang di beberapa bulan pasca covid tamu meningkat, di situ penggunaan sepeda semakin meningkat. Peningkatan penghasilan sudah masuk ke 50 persen yang sebelumnya covid di bawah itu,” ujar Amir, sapaan akrabnya, kepada Inside Lombok, Senin (15/8).

Ia mengatakan saat ini dirinya memiliki sekitar 30 sepeda untuk disewakan kepada pengunjung. Namun pada saat pandemi Covid-19 kemarin dari jumlah sepeda yang ada, hanya 10 sepeda yang jalan atau disewa oleh pengunjung. Namun kini jumlah meningkat seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Sekarang yang 30 sepeda itu sekitar 20-25 sepeda sehari yang keluar. Dengan jasa sewa mulai Rp50-30 ribu per sepeda,” ucapnya.

Untuk satu sepeda memang dihargai Rp50 ribu per hari atau 24 jam. Kendati terkadang harga tersebut masih ditawar oleh beberapa wisatawan, terutama wisman. Sedangkan untuk wisatawan lokal berkisaran diangka Rp35-30 ribu per hari.

“Dalam sehari bisa sampai Rp300-500 ribu sehari dengan 20 sepeda yang keluar dari tempat penyewaan,” tuturnya.

Penyedia jasa lainnya, Sapri yang juga menyewakan sepeda ini mengaku mulai bisa mendapat untung. Meskipun tidak terlalu tinggi, diakuinya ada peningkatan 50-60 persen. Hanya saja sekarang ini yang menjadi kendala para tempat penyewaan sepeda karena banyaknya pesaing dengan usaha sejenis.

“Yang jadi kendala sekarang banyak pengusaha yang buka setelah covid. Itu yang ikut nimbrung sebagai pengusaha rental sepeda juga sekarang. Makanya pendapatan agak turun lagi sekarang karena pesaing itu,” keluhnya.

Sekarang saja dalam satu bulan tak banyak sepeda yang keluar dengan jumlah dimiliki sekitar 40 sepeda. Hanya setengahnya saja yang disewa oleh pengunjung. Kendati kondisi kadang ada mengalami kenaikkan dan kadang menurun. Apalagi beberapa hotel atau villa juga memberikan fasilitas sepeda untuk digunakan para tamu yang menginap.

“Tergantung kondisinya sih. Kecuali kalau weekend atau hari libur, kita dapat lah dari tamu domestiknya yang pakai seharian. Tapi kalau kita harapkan bule yang tinggal di villa tidak bisa kita harapkan karena mereka sudah punya fasilitas sendiri dari villa mereka,” jelasnya. (dpi)