Manfaatkan Tren, Penyedia Jasa Penyebrangan Dukung Kebangkitan Pariwisata NTB

236
KM Kirana VII saat bersandar di dermaga pelabuhan Pelindo Lembar. Jum'at (17/06/2022). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Para pengusaha kapal terus berupaya meningkatkan kualitas dan fasilitas layanan, untuk bisa menangkap peluang tren-tren baru wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Terlebih saat ini, banyak yang memilih ke Lombok melalui jalur laut. Karena bisa membawa kendaraan pribadi.

Direktur Utama (Dirut) PT. Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono menyebut momentum ini perlu dimanfaatkan berbagai pihak untuk kebangkitan pariwisata yang saat ini sudah mulai menggeliat kembali.

“Kita senang sekali, pariwisata di Lombok sudah mulai menggeliat,” ujarnya, saat ditemui di pelabuhan Pelindo Lembar, Jumat (17/06/2022).

“Saya monitor juga, sudah banyak komunitas yang datang ke sini ( memilih melalui jalur laut) dan masih banyak juga yang berencana datang ke Lombok untuk aktivitas yang sama (sport tourism),” lanjutnya.

Pihaknya berharap berbagai peluang untuk kebangkitan ekonomi dan pariwisata ini harus mampu ditangkap dan ditingkatkan oleh pihak terkait. Sehingga dampak pandemi yang sudah dua tahun terjadi hingga membuat lesu pariwisata, sedikit demi sedikit bisa berkurang.

Erwin bersama klub bersepedanya yang datang dari Surabaya pun mengaku, saat ini rasa takut masyarakat untuk menempuh perjalanan laut mulai terkikis. Seriring dengan berbagai fasilitas yang tersedia di kapal, dibarengi denga  rasa aman dan nyaman yang ditawarkan.

“Kami dari KM Kirana memang cukup terkejut, sambutan masyarakat dengan adanya jalur ini cukup bagus. Utamanya untuk mendukung pariwisata,” ungkap dia.

Karena sensasi berlayar sembari berbincang dan menikmati hiburan bersama rekan yang bisa dinikmati di atas kapal, diakuinya justru menjadi atraksi tersendiri. “Saya berharap kita semua merasakan manfaatnya, terutama masyarakat NTB,” harap dia.

Ketua Ikasmada (Ikatan Alumni SMAN 2 Surabaya) Cylcing Community, Nora Lelyana mengaku takjub dengan sensasi berlayar dari Surabaya menuju Lombok selama 20 jam, tanpa ada rasa takut saat di tengah laut.

Ia mengaku sangat ingin menjelajahi Lombok bersama klubnya. Bahkan, dalam wkatu dekat, ia akan kembali mengajak rekan-rekan dari clubnya yang lain untuk datang juga ke Lombok menggunakan kapal.

“Awalnya itu kalau dibayangkan mengerikan ya, tapi ternyata 20 jam tidak terasa,” beber Nora. Inovasi yang dilakukan para penyedia layanan kapal, diakuinya juga turut berpengaruh terhadap keputusan yang diambil oleh konsumen.

“Karena kita lihat dari berbagai postingan dan cerita orang-orang, KM Kirana VII ini kayak kapal pesiar yang mewah, dan itu benar,” ujarnya.

Tak hanya mendambakan bisa gowes di Sirkuit Mandalika. Namun dua hari berada di Lombok, Nora dan komunitasnya juga mengaku ingin menikmati sensasi berlibur di Senggigi yang terkenal dengan keindahan pantainya. (yud)