Mataram Siapkan Insinerator Olah Sampah Jadi Listrik

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana menyiapkan mesin insinerator untuk mengolah sampah menjadi energi listrik, bekerja sama dengan salah satu perusahaan dari Pemerintah Taiwan.

“Beberapa kali, salah satu perusahaan dari Pemerintahan Taiwan sudah melakukan ekspose terbatas, dan tampaknya program tersebut cocok diterapkan di Kota Mataram,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, kerja sama dalam program pengelolaan sampah menggunakan mesin insinerator ini merupakan salah satu terobosan dan menjadi solusi penanganan sampah jangka panjang di Kota Mataram.

Pasalnya, berdasarkan ekspose yang dilakukan salah satu perusahaan dari Pemerintah Taiwan tersebut menyebutkan bahwa insinerator yang akan ditempatkan di Kota Mataram kapasitasnya pas dengan volume sampah setempat.

Insinerator yang ditawarkan tersebut memiliki kapasitasn 300-400 ton per hari dan bisa diolah menjadi tenaga listrik sebesar 6 megawatt per jam. Dengan demikian, ke depan Mataram bisa kekurangan sampah.

“Karena itulah, pemerintah kota serius ingin melakukan kerja sama dengan perusahaan dari Taiwan tersebut,” katanya.

Pasalnya, harga satu unit mesin insinerator yang ditawarkan itu sekitar Rp400 miliar, dengan melihat anggaran daerah pemerintah kota tidak mampu membeli sendiri mesin tersebut kecuali ada subsidi dari pemerintah pusat.

Oleh karena itulah, pemerintah kota ingin menjajaki secara serius kerja sama dengan pengusaha asal Taiwan tersebut. Sementara, Kota Mataram siap memberikan “sharing” berupa penyiapan lahan.

“Mereka hanya butuh lahan sekitar 2 hektare, dan itu rencananya akan kita bebaskan di dekat lahan PLN agar listrik yang dihasilkan bisa terkoneksi langsung,” katanya. (Ant)