Miris! SDN 1 Dames Rusak Parah Akibat Gempa, Tapi Tak Dapat Perhatian

55
Kondisi ruangan SDN 1 Dames yang belum mendapatkan perbaikan, Senin (15/08/2022). (Inside Lombok/Deni)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Tahun 2018, Pulau Lombok dilanda gempa bumi cukup besar, hingga meratakan pemukiman warga dan fasilitas umum lainnya, bahkan menelan banyak korban jiwa dan juga kerusakan bangunan.

Mirisnya, 4 tahun pascabencana gempa bumi tersebut, ternyata masih ada fasilitas umum yang belum mendapatkan perbaikan. Seperti halnya di SDN 1 Dames, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

IMG 20220815 WA0028

Kondisi bangunan sekolah dasar tersebut terlihat luluh lantak diguncang gempa bumi, sehingga hanya menyisakan satu ruang kelas saja yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran. Dalam satu ruang kelas itu pun dibagi menjadi dua bagian, yang hanya disekat menggunakan lemari untuk memisahkan kelas 5 dan 6.

“Kita hanya tersisa satu kelas saja, dan satu ruangan yang kita gunakan sebagai ruang guru,” ucap M Taofik selaku Guru SDN 1 Dames saat ditemui di sekolah, Senin (15/08).

Akibat sekolah yang mengalami rusak berat setelah gempa, aktivitas belajar pun sangat terganggu. Guru dan murid pun terpaksa melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras sekolah.

“Ya kita lakukan pembelajaran di teras yang tersisa sedikit ini,” ujarnya.

IMG 20220815 WA0027

Adapun bagi kelas 1,3 dan 4 melaksanakan pembelajaran di teras sekolah, sedangkan untuk kelas 2 sendiri tidak ada, dikarenakan tahun pembelajaran 2020/2021, sekolah ini tak menerima peserta didik baru lantaran tidak adanya ruang kelas untuk digunakan sebagai tempat belajar.

“Tahun lalu kita tidak menerima peserta didik baru karena kondisi sekolah kita dan juga adanya Covid-19,” tuturnya.

Pada tahun ajaran 2021/2022 sekolah ini hanya mendapat 5 peserta didik baru saja, dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang minim fasilitas. Sementara total siswa/siswi yang ada saat ini berjumlah 40 orang.

Pihak sekolah sudah sering kali mengajukan usulan untuk perbaikan, bahkan pemerintah kabupaten sendiri telah meninjau langsung kondisi sekolah tersebut. Akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait.

“Kita sering kali usulkan, bahkan dari pihak terkait dan juga DPRD sudah turun langsung ke sini (SDN 1 Dames) tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ceritanya.

Pihak sekolah berharap agar pemerintah segera membenahi sekolahnya, agar nantinya proses pembelajaran bisa lebih nyaman dan tidak terganggu seperti saat ini. “Kita berharap agar sekolah kita ini segera dapat perbaikan,” harap Taufik. (den)