NTB Miliki Taman Terumbu Karang di Gili Meno

Wahana wisata bahari coral garden atau taman terumbu karang di perairan Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Inside Lombok/ANTARA/Dislutkan NTB/dok).

Mataram (Inside Lombok) – Provinsi Nusa Tenggara Barat kini memiliki wahana wisata bahari taman terumbu karang yang terletak di perairan Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB H Yusron Hadi mengatakan keberadaan taman terumbu karang di Lombok Utara itu merupakan sinergi dalam pemulihan pariwisata bahari dan rehabilitasi ekosistem yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Bank Indonesia Perwakilan NTB.

“Pembangunan coral garden yang mereplikasi pembangunan Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali didanai oleh Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di Gili Meno yang merupakan salah satu Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN),” kata Yusron di Mataram, Sabtu.

Yusron menyampaikan, pembangunan taman terumbu karang ini digarap oleh Komunitas Penyelam (KAPELA) NTB sebagai komunitas yang peduli terhadap konservasi terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut.

Coral Garden yang telah dibangun ini diluncurkan pada 1 Februari 2021 oleh Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda, dihadiri oleh Perwakilan Kepala Cabang Bank Indonesia NTB, Kepala Balai KSDA NTB, dan beberapa pemangku kepentingan lain,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Tb Haeru Rahayu Tebe mengatakan bahwa ICRG di Bali mulai direplikasi di Lombok. Hal ini didasari oleh hasil ICRG di Bali yang menunjukkan perbaikan kondisi ekosistem dan meningkatnya kepedulian masyarakat dalam pelestarian sumber daya laut.

“PSBI telah membangun kebun karang dengan struktur garuda satu unit, fishdome delapan unit, dan hexagonal/spider web 100 unit. Selain itu juga dibuat mooring buoy sebanyak empat unit dengan 20 buah pemberat sebagai penanda lokasi kebun karang, telah menambah atraksi baru di Gili Meno, yang sudah mulai dikunjungi penyelam,” ujar Tebe.

Menurutnya, penambahan atraksi baru diharapkan akan mendorong pemulihan pariwisata yang sangat lesu pada masa pandemi COVID-19.

“Kegiatan seperti ini juga akan jadi contoh di tempat lain,” ujarnya.

Peluncuran teman terumbu karang bertema “Pulihkan Pariwisata dan Rehabilitasi Ekosistem” disambut baik oleh masyarakat Gili Meno, kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Mereka sangat berharap dapat memperoleh program ini untuk rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang semakin menurun kondisinya sekaligus sebagai atraksi wisata.

Untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan mengawasi taman terumbu karang bersama pokmaswas dan pokdarwis, KKP telah memberikan bantuan sarana alat selam berikut tabung sebanyak delapan set lengkap pada Tahun 2019 kepada KAPELA. (Ant)