Pembeli Hewan Kurban di Gerung tak Seramai Iduladha Tahun Lalu

74
Kondisi pedagang hewan kurban di Gerung, Kamis (07/07/2022). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pedagang hewan kurban di Gerung merasakan penurunan pembeli dibandingkan dengan hari raya kurban tahun lalu. Terlebih, setelah maraknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang disinyalir menjadi alasan banyak orang takut membeli hewan kurban.

Muhajirin, salah seorang pedagang hewan kurban di Lombok Barat mengaku hingga dua minggu berjualan hanya 10 ekor kambingnya yang laku. Lapaknya yang berada di pinggir jalan seputaran kantor pusat pemerintahan Lombok Barat di Gerung sepi pembeli.

“Kita sudah dua minggu (berjualan), yang laku sekitar 10 ekor,” tuturnya, ditemui ketika sedang memberi makan ternaknya, Kamis (07/07/2022). Kambing yang dijualnya pun dijamin dalam keadaan sehat dan bebas dari PMK. Di mana kisaran harganya mulai dari Rp4,5–6 juta, tergantung usia dan besar kambing tersebut.

Selain kambing, ia juga menjual sapi. Di mana bila ada pembeli, akan langsung diantarkan ke kandang sapi miliknya, untuk melihat dan memilih sendiri. “Kita juga jualan sapi, tapi di rumah. Kalau ada yang minat kita bawa ke sana (kandang),” lanjut Muhajirin.

Dari sapi yang dipeliharanya, hingga tiga hari menjelang Iduladha ini yang laku baru tiga ekor saja. Harganya pun berkisar Rp 20-25 juta.

“Sapinya sehat semua alhamdulillah, soalnya setiap hari dikontrol sama petugas, untuk pembersihan kakinya juga kan,” ungkapnya.

Muhajirin pun tak memungkiri, saat ini para pembeli lebih cenderung memilih kambing daripada sapi. Namun, karena kondisi kekhawatiran masyarakat saat ini, membuatnya tidak berani mengambil terlalu banyak hewan ternak.

“Tapi ndak kayak dulu (ramai pembeli). Kalau dulu kita bawa kambing sekitar 100 ekor, kalau sekarang ini hanya 50 ekor,” beber pria asal Bermi, Babussalam ini.

“Kalau sekarang tidak berani banyak-banyak (membawa ternak untuk dijual), soalnya ada PMK ini. Kita kontrol dulu yang sehat-sehat baru kita beli dan kita bawa ke sini,” ujarnya. Muhajirin sendiri telah lama berjualan hewan kurban di lokasi yang sama setiap tahunnya. Rata-rata pembelinya berasal dari Kecamatan Sekotong.

Muhajirin tak menampik, tahun ini pembeli hewan ternak untuk dikurbankan mengalami penurunan. Terutama jika dibandingkan dengan waktu yang sama, tiga hari jelang Iduladha pada lebaran tahun lalu. “Kalau dulu itu, kalau lagi tiga hari lebaran pada ke sini (beli),” ungkapnya. (yud)