Cerita Pernikahan Baiq Andriyani: Coba Asah Kemampuan Bahasa Asing, Malah Dapat Jodoh Laki-Laki Inggris

9100
Baiq Andriyani dan Jhon Rhobinson saat di Kantor KUA Kecamatan Praya (Inside Lombok/Ist)

Inside Lombok (Inside Lombok) – Bagai asam dan garam yang bertemu di belanga, perumpamaan itu nampaknya cocok bagi pasangan pengantin baru Baiq Andriyani dan Jhon Rhobinson. Andriyani yang merupakan warga Desa Bunut Baok Kecamatan Praya Lombok Tengah tersebut belum lama ini dipersunting Jhon Rhobinson yang merupakan warga berkebangsaan Inggris.

Kisah pernikahan dua sejoli yang berbeda bangsa dan negara itu viral di media sosial. Jarak yang jauh memang bukan penghalang untuk berjodoh. Selama dua tahun menjalin komunikasi jarak jauh, mereka bertemu pada 7 Juni 2022 lalu dan menikah keesokan harinya.

Baiq Andriyani ketika ditemui Inside Lombok di rumahnya, Kamis (7/7/2022) menuturkan, awal mula kedekatannya dengan suaminya pada2020 lalu. Saat itu, dirinya yang merupakan pekerja di salah satu hotel, iseng-iseng membuka obrolan dengan Jhon di aplikasi OkCupid untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris-nya.

“Waktu itu cari teman ngobrol melalui aplikasi untuk berlatih Bahasa Inggris, dan akhirnya ketemu dia. Saya lihat profilnya, terus saya duluan yang say hello ke dia,” ujar Andriyani.

Saat itu, Jhon yang merupakan seorang apoteker tidak langsung merespon. Pesan Andriyani baru mendapat balasan satu pekan kemudian. Tidak lama setelah itu mereka pun intens komunikasi dan sering mengobrol melalui media sosial. Sampai akhirnya keduanya merasa nyaman satu sama lain.

“Dia (Jhon, Red) menanyakan apakah ada niat mencari pasangan hidup. Juga bertanya tentang agama. Saat itu dia juga cerita kalau dia juga pernah belajar tentang Islam,” lanjut Andriyani.

Selama menjalin komunikasi, suaminya itu tidak pernah mengajak berpacaran. Tapi Jhon memastikan akan datang ke Lombok suatu saat untuk meminta restu kepada kedua orang tua Andriyani untuk menikahinya.

Mulanya, Jhon akan datang menemuinya di tahun 2021. Namun batal karena merasa akan lebih baik kalau mereka langsung menikah saja.

Hingga akhirnya, mereka berdua mencari informasi tentang cara pernikahan beda negara. Setelah itu, pernikahan direncanakan pada bulan Juli tahun lalu. Tapi karena saat itu penerbangan masih ditutup akibat pandemi Covid-19 membuat rencana pernikahan yang telah dipersiapkan itu tertunda.

“Tiga kali tunda. Bulan Maret 2022 juga tunda. April baru Indonesia buka untuk negara luar. Kami juga sudah lama urus dokumen pernikahan. Setelah semua prosesnya selesai, tanggal 7 Juni itu dia datang dan kita ketemu. Tanggal 8 itu menikah,” tutur Andriyani. Ia mengaku, hal yang membuat dirinya tertarik kepada Jhon lantaran kesungguhan dan tanggung jawab yang ditunjukkan.

Jhon bahkan selalu mengiriminya uang selama 20 bulan terakhir, meski mereka saat itu belum berstatus sebagai pasangan suami istri. “Jadi memang sebelum itu dia menunjukkan komitmen. Dia juga sudah belajar Islam dan sudah mualaf. Saat saya salat dia minta video call,” katanya tersipu.

Saat ini, suaminya itu sudah kembali ke Inggris karena harus bekerja dan menabung untuk membangun bisnis bersama. Adapun dirinya akan segera menyusul ke sana. Rencananya mereka akan tinggal di Inggris dan kembali ke Indonesia suatu saat nanti untuk menghabiskan masa tua. (fhr)