Pemda Lobar Percepat Monev untuk Perbaikan Proyek

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid. (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Terkait Monitoring dan Evaluasi (Monev) proyek pembangunan Pemerintah Daerah Lombok Barat, yang dilakukan lebih cepat. Hal tersebut guna untuk dapat segera mengetahui kekurangannya dalam progres pembangunan proyek.

“Belajar dari tahun 2019, monitoring ini kan lebih cepat kita lalukan, supaya kita juga bisa lebih cepat mengetahui kekurangannya sehingga bisa cepat diatasi” kata Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid saat dutemui di ruangannya, Senin (28/09/2020).

Setelah Monev tersebut, Pemda kemudian memanggil seluruh rekanan (kontraktor) yang terlibat untuk melaksanakan rapat, guna meminta komitmen mereka untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut secara maksimal dan tepat waktu sesuai kontrak proyek yang telah disepakati.

“Dan mereka berkomitmen untuk melengkapi dan menutupi apa yang kurang atau deviasi minus dan menerima masukan mengenai kerapian yang kita evaluasi dari pembangunan yang saat ini sedang berjalan ” imbuh Fauzan.

Dan yang dipanggil Pemda untu kumpul tidak hanya kontraktor saja, tetapi juga juga semua yang terlibat, termasuk pengawas beserta konsultan pengawas.

“Berdasarkan hasil monev yang kita lakukan, yang kita temukan minus itu ada 3 pembangunan” sebutnya.

Dimana yang pertama, lanjut Fauzan, yakni progres pembangunan kantor Dinas Dukcapil, yang dinilai minus sekitar 3,48 persen. Kemudian yang kedua, pembangunan ruang rawat jalan rumah sakit Awet Muda, Narmada yang dinilai minus sekitar 4,05 persen. Dan yang terakhir progres pemeliharaan jalan berkala yang ada di jalan Pelangan, Labuan Poh, Sekotong.

“Dan ini juga sebenarnya minusnya tidak banyak. Contoh saja yang di Pelangan, itu kan persentase terbesarnya itu sebenarnya di hotmix nya. Dan di sana kan kalau 10 km jalan itu kan harusnya 2 minggu juga bisa selesai” bebernya.

Tetapi hal tersebut juga yang menjadi pembelaan dari pihak rekanan, tetapi kata Fauzan, Pemda jelas tidak ingin hal tersebut yang dijadikan alasan sehingga menyebabkan minusnya progres pengerjaan proyek tersebut.

“Memang yang sekarang ini pekerjaan yang di Pelangan itu ribet, karena menyangkut pinggir-pinggir jalan yang termasuk juga untuk saluran itu, termasuk juga adanya pelebaran jalan di beberapa titik yang agak sempit dan panjangnya 9,4 km” imbuhnya.

Dalam monev ini, diakui Fauzan, bahwa yang diberikan teguran tidak hanya terkait persentase progres pembangunannya. Tetapi juga terkait dengan kualitas pembangunan, seperti kerapian.

“Komitmennya pun termasuk untuk menambah tukang guna mempercepat progres pembangunan” pungkasnya.

Dirinya pun memberi penekanan bagi pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut, Mulai dari Unit Layanan Pengadaan (ULP), hingga OPD yang terkait,baik Kepala bagian pembangunan, Kepala Dinas yang memiliki proyek tersebut. Supaya segala evaluasi yang disampaikan dalam rapat tersebut dapat dicatat. Sehingga dapat terlihat, apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan dalam progres pembangunan tersebut.

“Sehingga nanti kalau hasilnya misalnya tidak sesuai dengan komitmen, akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan tender di proyek-proyek selanjutnya” ungkap Bupati Lobar ini.