Pemda Lotim Beri Alasan Pasar Tetap Dibuka Sementara Masjid Ditutup

M. Juaini Taufik

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dalam menghentikan penyebaran Covid-19, berbagai cara telah dilakukan Pemda Lotim. Salah satunya berkumpul di masjid atau tempat kerumunan lainnya. Namun banyak yang mempersoalkan masjid yang ditutup, sementara pasar tetap dibuka.

Dalam hal ini Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, M Juaini Taufik angkat bicara. Menurutnya, Pemerintah menutup masjid untuk sementara waktu merupakan keputusan yang sangat tepat untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini. Ia melihat beberapa kasus di beberapa tempat bahwa masjid merupakan salah satu tempat penyebaran Covid-19. Disebabkan banyaknya jamaah yang berkumpul dan berdekatan satu sama lain.

“Pemerintah sudah berkoordinasi dengan MUI, serta melihat dalilnya”, ujarnya di Selong, Senin (30/03/2020).

Ia mengatakan bahwa Pasar Ternak Masbagik ditutup dikarenakan ternak bukan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Ia memberi alasan mengapa Pasar Tradisional tidak ditutup. dDikarenkan pasar merupakan tempat menjual bahan pokok bagi masyarakat. Jika pasar ditutup, dikhawatirkan bahan pokok jadi sulit dijumpai dan juga harganya pasti akan naik.

Sementara masyarakat butuh gizi dan nutrisi yang seimbang untuk menjaga imunitas. Jika imunitas berkurang, kemungkinan terjangkit penyakit menjadi lebih mudah.

“Pemda hanya memberikan jam operasional di pasar sampai pukul 09.00 setelah tutup kami langsung mensterilkan pasar dengan penyemprotan disinfektan. Jadi pasar tetap steril. Kami juga menambah lebih banyak tempat cuci tangan di pasar,” jelas Juaini.