Pemkot Mataram Siapkan Rp50 Juta Revitalisasi “Rumah Kaca” Hidroponik

Mangkrak: rumah Kaca atau "green house" hidroponik di Jalan Gili Trawangan, Udayana, Kota Mataram dikibat bencana gempa bumi dan angin kencang. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50 juta untuk revitalisasi “green house” atau rumah kaca untuk pertanian hidroponik di Jalan Gili Trawangan, Udayana yang rusak akibat gempa bumi.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Senin, mengatakan, lebih dari satu tahun terakhir ini “green house” hidroponik tersebut tidak dapat digunakan karena rusak akibat gempa bumi dan angin kencang.

“Akibat angin kencang, atap ‘green house’ rusak berat, dan kolamnya juga retak akibat gempa bumi,” katanya.

Setelah gempa bumi itulah, “green house” tidak berfungsi sama sekali atau bisa dikatakan mangkrak sementara. Pasalnya, jika dipaksanakan untuk dimanfaatkan maka tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik.

Karena itulah, “green house” tersebut segera akan dilakukan perbaikan termasuk untuk penambahan kapasitas mesin sirkulasi air, sebab dengan luas “green house” yang ada saat ini mesin sirkulasi air perlu diganti.

“Insya Allah, setelah proses perbaikan, tahun depan kita akan mulai memanfaatkan kembali ‘green house’ Udayana,” katanya.

Selain sebagai pusat pengembangan tanaman hindroponik, “green house” Udayana selama ini juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat tentang tata cara bercocok tanam menggunakan teknologi hidroponik.

“Tujuannya, untuk memasyarakatkan pola pertanian kota dengan pengembangan sistem hidroponik dengan berbagai jenis komoditas hortikultura. Seperti, selada, pakcoy, kailan dan basil,” katanya.

Menyinggung tentang pengelolaan, Mutawalli mengatakan, setelah dilakukan perbaikan terhadap dua unit “green house” Udayana, akan dilakukan koordinasi lagi dengan pengelola sebelumnya.

Dimana sebelumnya “green house” tersebut dikelola oleh Kelompok Galang Bulan diketuai H Buhuin yang saat ini sedang sibuk melakukan edukasi dan pembinaan pengambangan hidroponik ke sejumlah kelompok masyarakat.

“Jika H Buhin sudah tidak mampu mengelola ‘green house’ Udayana, kita akan tempatkan penyuluh,” ujarnya. (Ant)