Pemkot Mataram Imbau Warga Tenang Terkait Aksi Boikot Produk Prancis

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi situasi terkait aksi boikot produk Prancis agar kondisi keamanan dan ketertiban daerah terjaga.

“Kami berharap warga kota bisa dewasa menyikapi persoalan yang terjadi di luar negeri. Apalagi, pemerintah sudah punya saluran resmi dan berkompeten untuk menyelesaikan hal ini,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Selasa.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi sebab pemerintah sudah percayakan saluran resmi untuk merespon secara tepat terhadap isu yang berkembang,” katanya.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram H Rudi Suryawan mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kondisi Kota Mataram terhadap dampak isu pemboikotan produk Prancis masih relatif aman dan landai.

“Alhamdulillah, laporan yang kami terima dari kelurahan terhadap dampak aksi boikot produk Prancis tersebut belum ada dan semoga tidak ada,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, saat ini kondisi keamanan warga kota lebih mengkhawatirkan dengan berbagai unjuk rasa menolak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

“Karena itu, saat ini kami masih fokus memantau potensi-potensi gangguan keamanan akibat aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja,” katanya. (Ant)