Pemkot Mataram Segera Ganti Alat Permainan Rusak di Taman Kota

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mengganti sejumlah alat permainan anak-anak yang rusak di beberapa fasilitas taman kota.

“Berbagai alat permainan yang rusak memang sudah kita data untuk diganti,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Matarama, Sabtu.

Ia mengatakan, saat ini barang berupa alat permainan anak-anak seperti perosotan, ayunan dan lainnya sudah dipesan sehingga begitu datang akan langsung dipasang.

“Barang seperti perosotan yang rusak itu tidak bisa diservis, karenanya kita ganti langsung,” katanya.

Penggantian sejumlah fasilitas bermain itu juga dilakukan bersamaan dengan penggantian, sejumlah fasilitas taman berupa kursi yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kursi yang rusak segera kita ganti dengan yang baru dan buatan lokal,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati sebelumnya meminta pemerintah kota untuk membongkar sejumlah fasilitas alat permainan anak-anak di taman kota yang sudah rusak karena hal itu dapat membahayakan.

“Kalau sudah rusak jangan dibiarkan, harus segera diperbaiki atau dibongkar kalau memang belum ada anggaran perbaikan,” katanya.

Semestinya, peralatan permainan yang ada di sejumlah taman kota atau ruang publik harus rutin dilakukan perawatan, agar kondisi fasilitas tersebut bisa tetap terjaga.

Kalaupun ada kerusakan atau indikasi kerusakan yang berpotensi membahayakan bagi anak-anak dan pengunjung lainnya, petugas harus segera melapor agar fasilitas tersebut diganti atau diamankan.

“Katanya kita kota layak anak (KLA), tetapi kondisi fasilitas permainan anak saja seperti itu,” katanya.

Terkait dengan itu, Nyanyu mengingatkan, pemerintah kota jangan hanya bangga mendapatkan penghargaan, tetapi daerah harus memperhatikan hal-hal kecil yang juga berpotensi mengancam keselamatan anak-anak.

“Apalagi anak-anak, sengat senang sekali menggunakan fasilitas bermain di ruang publik karena ruang terbuka hijau kita yang sangat terbatas. Jadi tolong diperhatikan,” katanya lagi. (Ant)