Peringatan Hari Habitat Dunia BWS Normalisasi Sungai Jangkuk Mataram

Salah satu sisi Daerah Aliran Sungai Jangkuk, Kota Mataram, NTB. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk, Kota Mataram, dalam rangka Peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 2019.

Koordinator Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Kota Mataram Hartati yang dikonfirmasi seusai mengikuti rapat persiapan tersebut di Mataram, Kamis, mengatakan, Normalisasi Sungai Jangkuk mulai dijadwalkan tanggal 27-31 Oktober 2019, dengan menggunakan alat berat.

“Sungai Jangkuk dipilih karena akan menjadi pilot project BWS program masyarakat peduli sungai,” katanya.

Karenanya setelah kegiatan normalisasi, BWS juga akan memberikan pelatihan bagi kelompok masyarakat peduli sungai di sekitar Sungai Jangkuk.

Karena itu, sebagai langkah awal BWS akan melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk mulai dari Kebon Sari hingga Ampenan atau dengan panjang sekitar 1,3 kilometer.

“Kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk dilakukan karena ketinggian sedimentasinya sudah mencapai sekitar 1-1,5 meter, sehingga harus dinormalisasi sebagai upaya antisipasi banjir saat musim hujan tiba dan untuk kebersihan sungai,” katanya.

Menurutnya, kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk dari Kebon Sari hingga Ampenan ini sejalan dengan program membuka akses jalan baru di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk untuk wilayah Pejeruk dan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan.

“Untuk proyek penataan DAS Jangkuk, pemerintah akan mengalokasikan anggaran di atas Rp10 miliar di tahun 2020. Sekarang dalam tahap perencanaan proses lelang,” katanya.

Penataan DAS Jangkuk ini sebagai salah satu upaya pendukung program pemerintah 100-0-100 dari Kementerian PUPR.

Program 100-0-100 adalah 100 persen akses ke air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen ke sanitasi bagus.

“Karena itu, program ini bertujuan untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh dan kawasan kumuh yang sudah di-SK-kan kepala daerah, bekerja sama Bank Dunia,” katanya. (Ant)