Peringatan Harkitnas, Momentum Bangkit Bersama Pasca-Pandemi Covid-19

15
Upacara peringatan Harkitnas di Kantor Bupati Lotim, Jumat (20/05/2022). (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) jadi momentum kebangkitan bersama pasca Pendmi Covid-19. Dalam upacara peringatan Harkitnas di Halaman Kantor Bupati Lotim (20/05), Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Peringatan Harkitnas yang bertepatan dengan hari lahirnya Boedi Oetomo menjadi refleksi tersendiri. Terlebih di masa lahirnya organisasi pemuda itu terdapat ancaman perpecahan antar golongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa. Semangat Boedi Oetomo kemudian mendorong lahirnya berbagai organisasi yang turut berjuang di bidang politik diplomatis.

Tema Harkitnas “Ayo Bangkit Bersama” menjadi bentuk seruan untuk bangkit bersama dari pandemi Covid-19 yang sudah melanda dua tahun terakhir ini. Kebangkitan nasional merupakan upaya kolektif bangsa memperkuat persatuan bangsa lebih-lebih di tengah krisis pandemi Covid-19 kondisi ekonomi global serta geopolitik yang tidak stabil.

Terkait penanganan Covid-19 tingkat nasional, Menteri menilai telah menunjukkan hasil positif. Hal itu berdasarkan data per-13 Mei 2022 dimana kasus baru harian di bawah 400 kasus dan total kasus aktif di bawah 5000 kasus. Demikian halnya dengan capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua juga sudah mencapai 79 persen. Meski begitu, Menteri mengimbau untuk tetap waspada dan terus meningkatkan disiplin prokes.

Sementara sehubungan dengan pemulihan ekonomi nasional, Menteri menyebut perekonomian Indonesia pada triwulan 1-2022 terhadap triwulan 1-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen. diuraikan pula tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tinggi, yakni: sektor usaha transportasi dan pergudangan mencapai 15,79%, sektor jasa-jasa lain mencapai 8,29%, dan sektor informasi dan komunikasi mencapai 7,14%. Menteri mengimbau agar tetap bekerja keras dan bersinergi untuk menjaga, mempertahankan dan meningkatkan perekonomian nasional Indonesia.

Pertumbuhan positif tersebut juga diperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi G-20 tahun ini. Mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger,” diharapkan dapat memberikan spirit baru d mewujudkan tatanan dunia yang dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang inklusif, serta menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Pertemuan G-20 yang dipimpin Indonesia juga telah mengusung tiga isu prioritas, yaitu arsitektur kesehatan global yang inklusif, transformasi berbasis digital dan transisi energi berkelanjutan. Sejalan semangat kebangkitan di tengah keterpurukan Covid-19 Indonesia pun mendorong negara-negara anggota G-20 terus meluncurkan aksi-aksi nyata dan siap berkolaborasi serta menggalang kekuatan. Dengan begitu masyarakat dunia dapat merasakan dampak nyata. (den)