Pengiriman Sapi dari Sumbawa Dihentikan, Disnakeswan Lotim Tak Khawatirkan Ketersediaan Daging

25
Kepala Disnakeswan Lotim, Mashyur (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Banyaknya ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) mengakibatkan pengiriman sapi dari luar daerah ditutup sementara ini. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim tak khawatir dengan ketersedian daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Disnakeswan Lotim, Mashyur mengatakan untuk kebutuhan konsumsi daging tidak bisa dilihat dari satu sisi, yakni mengandalkan dari daging sapi. Akan tetapi kebutuhan daging juga bisa didapatkan dari hewan ternak maupun unggas lainnya seperti ayam.

“Kalau berbicara jumlah sapi dengan penduduk yang ada di Lotim jelas belum cukup, ini kan swasembada. Jadi sumber protein bisa didapat dari mana saja,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/05).

Kebutuhan protein bagi masyarakat dikatakan Mashyur sudah swasembada dan bisa didapat dari daging kerbau, kambing, ayam, maupun telur. Sehingga pihaknya tidak khawatir dengan ketersediaan daging bagi masyarakat.

“Lockdown-nya pasar hewan dan pengiriman sapi dari Pulau Sumbawa untuk sementara waktu tidak membuat ketersediaan daging kita berkurang,” katanya.

Adapun untuk jual beli sapi sementara waktu ini harus door to door ke peternak sapi, dan harus memastikan kesehatannya terlebih dahulu agar sebaran PMK tidak semakin meluas.

“Terlebih dahulu harus memperhatikan kesehatan sapi dan juga kita akan rutin gelar sanitasi ke kandang peternak,” pungkasnya. (den)