Persediaan Berkurang, Harga Telur di Mataram Meroket

73
Salah seorang penjual telur di Pasar Mandalika. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Harga telur di pasar melonjak naik. Saat ini harga salah satu kebutuhan pokok tersebut mencapai Rp55 ribu per tray. Kenaikan yang terjadi disebabkan karena pasokan yang datang dari luar daerah menurun.

Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, Jumat (27/5) di Mataram mengatakan, berkurangnya pasokan telur tersebut disebabkan karena saat ini musim pergantian ayam yang sudah tua atau tidak memproduksi telur lagi. Sehingga masa pergantian ini berdampak pada produksi telur.

“Berkurang dari luar baik dari Jawa atau Bali. Permintaan yang meningkat tidak mempengaruhi harga dipasar,” katanya. Ditambahkan Nida, kenaikan harga telur ini juga dipengaruhi oleh harga pakan yang meningkat. Sehingga harga telur disesuaikan dengan pakan.

Diakui, kenaikan ini terjadi sangat signifikan dari harga sebelumnya. “Dia (permintaan yang tinggi, Red) tidak mempengaruhi karena juga sepi kata para pedagang. Tidak ada telur juga,” ujar Nida.

Kenaikan harga telur ini merata terjadi baik telur lokal maupun yang datang dari luar daerah. Disebutkan, harga telur ayam lokal saat ini mencapai Rp54 ribu per tray. Sedangkan yang didatangkan dari luar daerah seperti Jawa dan Bali dijual Rp55 ribu per tray dari sebelumnya Rp48 ribu.

“Memang karena stok kita berkurang kiriman dari luar. Kalau yang kita sering pantau luar dari. Karena telur lokal juga naik,” tegasnya.

Diakuinya, kenaikan harga telur ini baru pekan ini mulai terjadi. Sehingga tim dari Dinas Perdagangan Kota Mataram belum mengetahui secara pasti sampai kapan kondisi tersebut. “Baru mulai hari ini ribut harga telur. Nanti kita lihat sampai kapan kondisi ini,” ucapnya.

Dinas Perdagangan Kota Mataram akan melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kembali. Sehingga pada saat Iduadha nanti harga tidak semakin tinggi. Diupayakan, pada Iduladha nanti persediaan tetap ada dan meskipun harga tinggi. “Kita masih antisipasi supaya ketersediaan kita. jangan sampai permintaan banyak dan stok tidak ada,” ujarnya. (azm)