PMK Telah Menyasar 19 Provinsi di Indonesia

29
Peta sebaran PMK di Indonesia, Senin (20/06/2022). (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak saat ini telah menyasar 19 dan 199 kabupaten/kota se-Indonesia. Dari seluruh wilayah tersebut, tercatat sebanyak 183.280 kasus, dengan 2.379 pemotongan bersyarat dan kematian 915 kasus.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto pada rapat koordinasi (Rakor) pembahasan penanganan PMK menyampaikan pentingnya pelaksanaan vaksinasi bagi hewan ternak, utamanya yang masih sehat. Tercatat ada 48.779.326 populasi ternak mencakup sapi, kerbau, domba hingga kambing yang terancam, sehingga dibutuhkan langkah cepat untuk penanggulangannya. Dibutuhkan sedikitnya 28 juta dosis vaksin sebagai prioritas.

“Pemerintah pusat telah menyiapkan impor 3 juta dosis vaksin dan mengupayakan penyediaan vaksin dalam negeri dari Pusat veteriner Farma (PUSVETMA) dan produsen vaksin dalam negeri,” terangnya.

Ia menekankan pentingnya keberadaan satgas hingga tingkat provinsi dan kabupaten/ kota termasuk untuk mengawasi lalu lintas hewan ternak.

Selain itu, dirinya juga menekankan untuk tidak melakukan perpindahan hewan ternak dari daerah terkena wabah ke kabupaten/ kota bebas,terduga atau tertular, sesuai PP 47/2014 (pasal 56, ayat 1). Sementara dari wilayah bebas, daerah terduga, maupun daerah tertular ditentukan bebas bersyarat.

“Diharapkan juga agar melakukan penutupan jalur perdagangan serta pasar ternak, pemusnahan hewan dengan kondisi parah lengkap dengan ganti rugi, rencana aksi serta penetapan status wabah oleh Gubernur. Dana tidak terduga dapat dimanfaatkan untuk penanganan dan penanggulangan wabah PMK,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Rakor tersebut memastikan seluruh daerah wabah yang meliputi 6.112 desa dan 1.754 kecamatan menutup jalur perdagangan ternak atau tidak ada hewan hidup yang keluar dari wilayah tersebut, kecuali dalam bentuk daging atau sudah dipotong.

“Lalu lintas ternak kita telah koordinasikan dengan Pemda, TNI-Polri serta instansi seperti Dinas perhubungan, Syahbandar, dan pihak terkait lainnya. Sementara pasar hewan di seluruh wilayah wabah juga semuanya telah ditutup,” katanya.

Adapun di Provinsi NTB sendiri terdapat 5 kabupaten/ kota yang terdampak PMK, termasuk Lombok Timur. Dalam kesempatan tersebut Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menyebut pihaknya bersama camat dan kepala desa beberapa waktu lalu sempat menyinggung penyebaran PMK tersebut dan diharapkan vaksinasi dapat segera diberikan untuk mencegah semakin meluasnya wabah dan menekan kerugian masyarakat, terlebih menjelang hari raya kurban.

Berdasarkan data gugus tugas penanganan PMK Provinsi NTB (18 Juni) dari populasi 269.285 di Lombok Timur, 12.379 terkena PMK, 4.607 masih sakit dan 7.680 dinyatakan sembuh. Sementara itu ada 75 potong bersyarat dan 17 dinyatakan mati. (den)