Polisi Perketat Pengamanan di Pelabuhan Lembar demi Tangkap Dorfin Felix

Salah satu pamflet yang memperlihatkan foto Dorfin Felix di salah satu sudut Pelabuhan Lembar. (Inside Lombok/Muhammad)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pengamanan di pelabuhan penyeberangan Lembar diperketat oleh kepolisian. Baik pelabuhan penyeberangan penumpang maupun barang. Menyusul kaburnya salah satu tahanan Polda yang merupakan WNA asal Perancis, Dorfin Felix.

Sejumlah anggota kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan berangkat dari Pelabuhan Lembar. Selain itu sejumlah poster Daftar Pencarian Orang (DPO) yang ditempel di kawasan pelabuhan.

“Kita meningkatkan penjagaan di dalam (pelabuhan). Setiap kendaraan masuk kita periksa semua. Baik truk maupun kendaraan pribadi untuk mempersempit celah kaburnya DPO ini,” ujar Kapolsek KP3 Lembar, Ipda Ivan Roland, Rabu (23/01/2019).

Penjagaan ini sudah dilakukn dari Senin (21/01/2019) lalu. Meski hingga hari ini belum ada tanda-tanda Dorfin di pelabuhan ini.

Polisi juga melakukan penambahan personel. Dari biasanya hanya 7-8 personil, meningkat hingga 20 personel. Mereka merupakan anggot kepolisian dari Polres Lobar dan Polda NTB.

“Di Pelabuhan Pelindo juga ada tapi polisi tidak pakaian dinas. Sifatnya mobile mengecek situasi kapal-kapal yang akan berangkat, kita cek,” sambungnya.

Pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan penjagaan tersebut. Mengingat DPO tersebut merupakan jaringan internasional. Terlebih lagi kasusnya sudah P21 dan tinggal pelimpahan ke pengadilan.

Tidak hanya memeriksa setiap kendaraan yang akan menyeberang keluar. Namun juga para penumpang dilakukan pemeriksaan identitas satu persatu.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak penyeberangan, baik KSOP, ASDP, maupun BPTD untuk memeriksa penumpang hingga kapal yang akan berangkat.

“Jadi benar-benar ketat penjagaan kita lakukan,” imbuhnya.

Pengamanan lebih intens dilakukan pihaknya pada waktu malam hari. Mulai dari pukul 00.00 sampai 06.00 wita. Sebab pada waktu itu itensitas kendaraan maupun truk akan lebih banyak.

“Kita antisipasi DPO kita ini naik truk, jadi setiap ke kapal kita suruh turun dulu supirnya kita cek satu persatu baru dipersilahkan naik ke kapal,” ujarnya.