Begini Ciri-ciri Hewan Terjangkit Virus Rabies

Ilustrasi (sumber foto:idnnews.com)

Mataram (Inside Lombok) – Menanggapi Kasus Luar Biasa (KLB) penyebaran virus Rabies di Kabupaten Dompu, Sekertaris Daerah Setda Nusa Tenggara Barat, Rosiady Husaenie Sayuti, mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi serta Kabupaten, Balai Besar Veteriner Denpasar, dan Direktorat Kesehatan Hewan pada Selasa (22/01/2019).

Dalam rapat yang diadakan di Ruang Rapat Sekda NTB tersebut dibahas cara penanggulangan penyebaran virus tersebut supaya tidak lebih meluas lagi. Termasuk dengan mengenali ciri-ciri hewan dengan virus rabies.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Budi Septiani, yang turut menghadiri rapat tersebut menerangkan bahwa sampai tanggal 22 Januari 2019 sudah ada 275 orang yang terkena virus tersebut.

Menurutnya, sebagian besar korban terkena virus tersebut karena tidak mengetahui ciri-ciri Hewan Pembawa Rabies (HPR), di mana masyarakat di Kabupaten Dompu memang terbiasa memelihara anjing untuk menjaga ladang-ladang mereka.

“Kita akan lakukan penyuluhan, karena sebagian besar korban ini merasa itu gigitan biasa karena mereka memeliharanya sehari-hari,” ujar Septiani ketika ditemui pada Selasa (22/01/2019).

Dilansir okdogi.com, ada tiga fase dalam penyebaran rabies pada hewan. Gejala yang jelas akan terlihat jika virus tersebut telah sampai pada fase kedua di tubuh inangnya. Pada fase pertama gejala yang bisa diamati adalah perubahan nada saat hewan tersebut bersuara (semisal gonggongan pada anjing terdengar aneh), suka menggigit tidak jelas ke tempat tertentu yang bukan kebiasaannya, mengalami demam, nafsu makan menurun, dan terlihat diam atau murung. Fase ini biasanya terjadi 2-3 hari setelah infeksi.

Fase kedua rabies, hewan akan terlihat sangat agresif dan berperilaku di luar batas kewajaran. Gejala yang bisa diamati adalah hewan akan berusaha memakan apa saja termasuk benda-benda yang tidak bisa dimakan, selalu bersuara meski tidak ada apa-apa, jika diamati pupil mata hewan yang terjangkit akan terlihat terus membuka dengan lebar, mengalami disorientasi kebiasaan, hewan menjadi tidak takut pada apapun, beberapa bagian tubuh hewan terlihat susah digerakan dan kadang-kadang bergetar.

Pada fase ketiga rabies virus dipastikan sudah mematikan hampir semua sel otak dan jaringan sum-sum tulang belakang dari inangnya. Gejala yang bisa diamati antara lain hewan terlihat susah bernapas, rahang bawah susah menutup, terus mengeluarkan air liur, semua otot kaku dan tidak bisa bergerak.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Hewan, Sub Direktorat Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Direktorat Kesehatan Hewan, Pebi Purwosuseno, menerangkan bahwa virus rabies hanya mampu menular melalui media air liur hewan terjangkit. Karena itu, gigitan atau jilatan hewan terjangkit di luka yang terbuka akan sangat berbahaya.

Senada dengan itu, Septiana mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan hewan-hewan liar di sekitarnya dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda HPR. Terutama dalam rangka mengantisipasi meluasnya penyebaran virus tersebut di NTB secara umum, dan Pulau Sumbawa secara khusus.