Proyek Kereta Gantung Rinjani, Investor Cina Setor Uang Jaminan Rp5 Miliar

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pembangunan kereta gantung di kawasan gunung Rinjani hingga kini belum terealisasi. Salah satu kendalanya adalah pandemi Covid-19.

Padahal, investor asal Cina sudah menyetor uang jaminan kepada pemerintah daerah sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut sebagai tanda keseriusan investor untuk membangun kereta gantung di gunung Rinjani.

“Uang mereka sudah masuk sebagai jaminan untuk membuktikan keseriusan Rp5 miliar. Tapi lagi-lagi masalah Covid-19,”ujar gubernur Provinsi NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Senin (22/2/2021) di Praya.

Sementara untuk target pembangunan, lanjut gubernur adalah persoalan teknis investor dan pemerintah daerah.

Rencananya, investor asal Cina akan bermitra dengan pengusaha Indonesia melalui PT Indonesia Lombok Resort (ILR) untuk membangun kereta gantung di kawasan Rinjani sepanjang 10 kilometer. Kereta gantung tersebut untuk melihat Danau Segara Anak di pegunungan Rinjani.

Kereta gantung itu rencananya berangkat dari kawasan taman hutan rakyat (Tahura) di Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah, menuju titik akhir di Plawangan Barat atau bibir danau Segara Anak, di dalam kawasan hutan lindung KPH Rinjani Barat.

Pihak PT ILR diketahui sudah memperoleh persetujuan untuk melakukan berbagai kajian lingkungan, sosial dan ekonomi terkait pembangunan kereta gantung tersebut. Baik itu kajian kesesuaian ruang, feasibility study, detail engineering design (DED), amdal maupun rencana pengelolaan jangka panjang.